Tim Komite Kesehatan Bencana (KKB) RS Muhammadiyah Lamongan Berbagi Ilmu Di Pulau Garam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 11 November 2016 14:00 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PAMEKASAN -- Keadaan gawat darurat pada pasien di rumah sakit sering kali terjadi, untuk meminimalisir kegagalan dalam pertolongan gawat darurat yang terjadi pada pasien sudah barang tentu membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih dalam penatalaksanaan kegawat daruratan, kebutuhan akan SDM yang terlatih dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat tersebut dirasakan sangat diperlukan oleh layanan kesehatan diseluruh Indonesia.

Hal yang sama juga dirasakan oleh RSU Asy Sayfii Pamekasan Madura, langkah kongkrit yang telah dilaksanakan oleh RSU Asy Syafii Pamekasan Madura dalam memenuhi kebutuhan akan SDM yang terlatih dalam penatalaksanaan pasien gawat darurat tersebut adalah dengan menyelenggarakan pelatihan BT & CLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) bekerjasama dengan Tim KKB (Komite Kesehatan Bencana) RS Muhammadiyah Lamongan dan YAGD (Yayasan Ambulance Gawat Darurat) 118 Jakarta.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 8 – 12 November 2016 di Aula RSU Asy Syafii Pamekasan Madura itu di ikuti oleh 40 orang peserta, Tujuan RSU Asy Syafii Pamekasan Madura mengadakan pelatihan BT&CLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) ini adalah untuk mengulas kembali cara penatalaksanaan pada pasien gawat darurat bagi beberapa tenaga kesehatan yang telah terlatih sebelumnya dan memberi pelatihan kepada tenaga kesehatan yang belum pernah mengikuti pelatihan BT&CLS (Basic Trauma Cardiac Life Support).

Menurut keterangan dari Ahmad Satori, master of training  yang ditemui langsung saat pelatihan berlangsung menyampaikan bahwa kejadian gawat darurat ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. “Langkah antisipatif untuk meminimalisir kegagalan pertolongan pada pasien gawat darurat adalah dengan memperbanyak SDM yang terlatih, karena salah dalam memberikan pertolongan pertama juga akan berakibat fatal bagi pasien,” tutur Ahmad Satori.

Satori juga menambahkan pelatihan BT & CLS yang diselenggarakan oleh RSU Asy Syafii Pamekasan Madura bekerjasama dengan Tim KKB (Komite Kesehatan Bencana) RS Muhammadiyah Lamongan dan YAGD  118 Jakarta ini juga merupakan sebuah langkah untuk menciptakan SDM yang terlatih dalam penatalaksanaan gawat darurat pada pasien.

“Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat baik pada rumah sakit, peserta yang mengikuti dan pada pasien bila ada yang membutuhkan pertolongan nantinya,” jelas Satori.

Kebetulan pelatihan ini dilaksanakan tepat pada momentum hari pahlawan nasional, banyak cara yang bisa dilakukan dalam memperingati hari pahlawan nasional, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Semoga ini juga menjadi bentuk pengabdian kami dari YAGD 118 dan RS Muhammadiyah Lamongan dalam memperingati hari pahlawan nasional,” tutup Satori. (mona)

 

Kontributor : Bayu Saputra

Berita Daerah

Shared:
Shared:
1