Haedar Nashir : Gunakanlah Media Sosial untuk Membangun Relasi Sosial dengan Cara yang Mulia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 11 November 2016 12:20 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Mengembangkan sikap damai dan toleran serta menjunjung tinggi ketertiban bersama, merupakan pantulan dalam kehidupan keagamaan yang bersifat rahmatan lil alamin.

Dikatakan Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam menjaga toleransi merupakan kewajiban umat manusia, khususnya dalam menggunakan media sosial. Haedar mengatakan,  perlu adab dan tata krama dalam bermedia sosial.

“Adab dalam bemedia sosial penting, supaya orang tidak liar di media sosial,” tegas Haedar ketika ditemui redaksi website Muhammadiyah.or.id, Rabu (9/11).

Lanjut Haedar, maka dalam bermedia sosial harus ada patokan akhlakul kharimah, termasuk menjaga ucapan atau yang dituliskan. “Tidak bisa sembarang apa saja di media sosial, karena yang mengatur itu selain ada tata krama, juga ada keadaban. Gunakanlah  media sosial untuk membangun relasi sosial dengan cara yang mulia,” ucapnya.

Baca Juga: Haedar Nashir : Satu Kata dapat Mengubah Keadaaan, Maka Islam Mengajarkan untuk Menjaga Kata

Selain itu Haedar mengatakan, Muhammadiyah bersama komponen bangsa yang lain dan juga pemerintah memiliki satu pandangan, bahwa umat Islam maupun masyarakat yang ada jangan mudah terprovokasi oleh apapun dan isu apapun, termasuk di media sosial, karena setiap provokasi akan membawa pada hal-hal yang memicu kericuhan.

“Umat muslim dimanapun berada, harus punya prinsip tabayyun, kalo ada berita kabar dan informasi yang tersebar, diharap untuk tidak mudah bertindak yang tidak di kehendaki,” pungkas Haedar.

Dalam keadaan apapun setiap muslim individu atau kolektif, harus menunjukkan perilaku yang mulia, hal-hal tentang mereka yang berbeda suku, agama, ras, adalah hal-hal yang menyangkut urusan muamalah duniawiyah, Haeadar mengatakan, hendaknya sebagai umat muslimkita harus menunjukkan akhlak yang mulia.

“Soal perbedaan itu urusan lakum dinukum waliyadin,” jelas Haedar. (adam)

 

Shared:
Shared:
1