Kemenag Kunjungi Percetakan Mushaf Al-Quran Milik Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 11 November 2016 08:49 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Kementerian Agama (Kemenag) bagian pengawas pentashihan yang diwakilkan oleh Imam Mutaqien dan Anton Zaelani pada Kamis (10/11) mengunjungi percetakan Mushaf Al-Quran milik Muhammadiyah yang dikelola oleh PT Gramasurya.

Kunjungan tersebut memiliki tujuan sebagai ajang silaturahim dan untuk serta memonitor produksi Al-Qur’an yang ada di seluruhIndonesia, termasuk Al-Quran yang diproduksi oleh Gramasurya. Dijelaskan Iwan Setiawan, Direktur Utama Gramasurya, telah menjadi  tanggung jawab Kemenaguntuk memantau produksi Al-Quran yang ada di Indonesia.

“Ada dua alur produksi Al-Qur’an, yaitu kepada Kemenag dan langsung ke madinah. Sedangkan untuk yang dibawah pantau Kemenag, telah menjadi tanggung jawab Kemenang untuk memantaunya,” pungkas Iwan ketika ditemui redaksi website Muhammadiyah.or.id, Kamis (10/11) di Kantor Gramasurya.

Lanjut Iwan, kontrol yang dilakukan oleh Kemenag terhadap Gramasurya adalah dari segi produksi, yakni pra dan pasca produksi, memeriksa keakuratan tanda baca dan keterangan huruf lainnya yang ada dalam Al-Qur’an.

Kegiatan produksi Al-Qur’an milik Muhammadiyah tersebut telah berjalan 6 bulan dan sudah tercetak sekitar 30.000 Al-Qurandan tersebar di berbagai daerah, seperti Banjarmasin, Palembang, dan juga Jogja.

Sementara itu, Abdul Latief Baedhowi Direktur Gramasurya mengatakan, pengawasan dalam produksi Al-Qur’an yang dilakukanGramasurya sangat ketat. “Perlakukan tiap langkah terhadap kitab suci ini juga dilakukan dengan sangat hati-hati,” jelas Latief.

Lanjut Latief, jenis kertas yang digunakan dalam produksipun sudah bersertifikat halal, beserta alat perekatnya, karena sebagai upaya untuk menjaga kesucian Al-Qur’anyang diproduksi.  “Kontrol dari Kemenag dapat dijadikan sebagai bahan evaluasioleh kami, apakah produksi Al-Qur’an sudah sesuai dengan SOP atau belum,” ucapnya. (adam)

Shared:
Shared:
1