LSBO PP Muhammadiyah dan LPM UAD Gelar Pelatihan Pengajaran Sastra

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 20 Februari 2012 11:45 WIB

 

Minggu (19/02/2012), Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan Pelatihan Pengajaran Sastra. Pelatihan yang diadakan di kampus I Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jl. Kapas No. 9, Semaki, Yogyakarta ini dihadiri oleh guru-guru SMP dan SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Pelatihan ini adalah salah satu rangkaian kegiatan sastra yang digelar oleh PP Muhammadiyah. Kegiatan ini termasuk ke dalam agenda Festival Seni Patehan yang akan bermuara pada tanggal 25 Februari 2012 nanti di Pantai Goa Cemara. Tujuannya, dengan adanya agenda ini, kami berharap akan adanya peningkatan dalam pengenalan masyarakat terhadap dunia pariwisata di Yogyakarta." papar Kurniawan Restu, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia (PBSI) UAD yang menjadi salah satu panitia kegiatan.

 

Dia juga menambahkan, kegiatan ini sengaja disebar di beberapa titik. Dari semua agenda, para peserta dari beberapa titik ini akan digiring untuk mengikuti acara puncak di Goa Cemara tersebut.

 

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama LSBO PP Muhammadiyah dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UAD ini menghadirkan pembicara yang sudah mumpuni di bidangnya, Drs. Budi Nugroho, M.Pd. Beliau merupakan praktisi dan akademisi sastra. Selain bersastra, beliau juga dosen Pembelajaran Sastra di UAD dan Guru SMA N 1 Yogyakarta.

 

"Ini adalah langkah-langkah yang baik untuk meningkatkan kinerja guru sastra di sekolah. Akan menjadi suatu yang "lucu" jika seorang pengajar sastra tidak menulis bahkan mengenal sastra secara mendalam." ujar Drs. Budi Nugroho, M.Pd. dalam pembukaan penyampaian materi.

 

"Kami senang atas terselenggaranya acara ini. Kami sangat membutuhkan pelatihan semacam ini. Sebab, dengan adanya pelatihan seperti ini akan menambah wawasan kami dan melakukan proses pembelajaran. Ini merupakan pencerahan bagi kami. Semoga kegiatan ini bisa berjalan secara estafet." Ungkap Hidayah Sri Hastuti, S.Pd., guru Bahasa Indonesia SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta.

Shared:
Shared:
1