Terpilihnya Trump, Ini Tanggapan Ketum PP Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 10 November 2016 01:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Donald Trump terpilih sebagai Presiden baru Amerika Serikat, berbagai kekhawatiran mulai muncul di masyarakat atas kemenangan Trump setelah mengalahkan Hillary Clinton, salah satunya yaitu terkait Islamophobia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan kita tidak bisa ikut mempengaruhi pilihan rakyat Amerika. Karena memang sudah menjadi pilihan negara demokratis, negara manapun jika itu pilihan rakyat, hal itu merupakan cermin dari kehendak rakyat.

“Selama sebelum dan selama masa kampanye, Trump dalam konteks dunia Islam dianggap sebagai representasi dari sosok yang Islamophobia, bahkan juga anti imigran, dan imigran itu konteksnya juga dari Timur Tengah dan kawasan lain yang identik dengan muslim,” kata Haedar, kepada redaksi website Muhammadiyah.or.id, Rabu (9/11).

Hal Itu menimbulkan kecemasan dimana Islamophobia dikhawatirkan akan menjadi kebijakan Amerika dibawah kepemipinan Trump. “Tetapi kita harus punya praduga baik terhadap Trump, bahwa di sebuah negara demokrasi sebesar Amerika, nilai-nilai demokrasi, HAM , dan hal-hal yang sudah menjadi pandangan keadilan universal,” pungkas Haedar.

Haedar mengatakan, Trump sudah mengklaim bahwa dia adalah satu-satunya presiden Amerika, jadi tambah Haedar, Trump harus membuktikan untuk dapat menghargai hak-hak kaum minoritas di Amerika.

“Oleh karena itu, kita percaya bahwa fenomena Islamophobia yang muncul ketika awal kampanye dan masa kampanye itu tidak menjadi kebijakan politik Amerika maupun politik luar negeri Amerika,” katanya.

Rakyat Amerika adalah rakyat yang terdidik dan demokratis, sehingga Islamophobia itu tidak akan terjadi. Haedar juga  berharap  pada dunia Islam, khususnya Indonesia yang mayoritas Islam melalui Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri RI, sebagaimana tata karma dunia untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan harapan bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar, tentu juga akan tetap lebih tegak di atas prinsip pluralisme.

"Trump juga harus menjunjung tinggi hak atas nilai-nilai dan meletakkan minoritas termasuk muslim sebagai bagian yang terlindungi dalam kehidupan rakyat dan negara Amerika," tutup Haedar

 

 

Rep: Adam Qadar / Red: Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1