MDMC Sampaikan Keberhasilan Program Rumah Sakit Aman Bencana di New Delhi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 05 November 2016 09:33 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, NEW DELHI- Program Rumah Sakit Aman Bencana yang dirintis oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah sejak tahun 2008 dipandang cukup berhasil.

Program yang berawal dari pengalaman pengerahan seluruh kekuatan rumah sakit Muhammadiyah pada tsunami Aceh di tahun 2004 dan pengalaman mempertahankan layanan rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah yang terdampak pada gempa Yogyakarta 2006 ini, disampaikan pada rangkaian Konferensi Tingkat Menteri Asia di Vigyan Bhawan, Kamis sore (3/11) waktu New Delhi, India oleh Wakil Ketua MDMC, Rahmawati Husein.

Pada kesempatan tersebut Rahmawati menyampaikan bahwa program Rumah Sakit Aman Bencana yang dilakukan MDMC berdasar konsep Comprehensive Safe Hospital, yaitu meningkatkan kapasitas fasilitas kesehatan dan komunitas di sekitarnya untuk mengurangi risiko bencana, membangun kesiapsiagaan, dan bersiap menghadapi kedaruratan dan bencana.

“Program dengan dukungan pemerintah Australia ini telah berhasil berjalan di 9 Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, walaupun masih membutuhkan energi yang cukup besar agar berjalan di seluruh fasilitas kesehatan Muhammadiyah yang berjumlah 457 buah, dan 105 diantaranya adalah rumah sakit,” jelas Rahmawati.

Pada sesi yang dimoderatori oleh Mr Shigeki Habuka, Vice Minister for Policy Coordination, Cabinet Office Pemerintah Jepang ini, Rahmawati juga menyampaikan bahwa pengalaman Muhammadiyahdalam tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana banyak menjadi dasar dalam membangunkonsep-konsep pengurangan risiko bencana.

“Sebagai organisasi berbasis inisiatif masyarakat localyang mandiri, program Rumah Sakit Aman Bencana yang dikembangkan oleh MDMC menjadikanmasyarakat di sekitar rumah sakit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapsiagaan rumahsakit,” pungkas Rahmawati.

Dengan mengangkat topik “Disaster Preparedness for Effective Response and to Build Back Better” tersebut, Rahmawati juga menyampaikan bahwa pengalaman Muhammadiyah pada tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana meliputi banyak aspek yang benar – benar berakar kuat pada masyarakat.

“Pada setiap kejadian bencana, MDMC selalu membangun pemukiman darurat dalam konsep Community Center yang berisi layanan kesehatan darurat, pendidikan darurat, konseling, pusat kegiataan anak, fasilitas sanitasi, dan pusat kegiatan masyarakat yang berpadu dengan pusat kegiatan keagamaan,” jelas Rahmawati.

Selain dari MDMC, pada sesi yang menghasilkan rekomendasi konferensi ini berkesempatan menyampaikan presentasi oleh Prof. Dr. Win Myat Aye, Menteri Kesejahteraan Sosial Pemerintah

Myanmar, Krishna Raut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Pemerintah Nepal, Yukimoto Ito, Wakil Walikota Sendai Jepang, Brendan Moon, Kepala Eksekutif Badan Pemulihan Pemerintah Queensland, dan Bolorma Nordov, Sekretaris Jendral Palang Merah Mongolia. (adam)

Sumber: Arif/MDMC

Berita Internasional

 

 

Shared:
Shared:
1