Pembelajaran Kemitraan Antar Organisasi Berbasis Agama dalam Pengurangan Risiko Bencana Disampaikan MDMC di New Delhi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 02 November 2016 13:42 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, NEW DELHI – Rahmawati Husein, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah atau yang lebih dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),  Selasa pagi (2/11) waktu New Delhi, berbicara tentang praktik kerjasama antar agama dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Indonesia.

Pada diskusi di Hotel Ashok dalam rangka Pra Konferensi The Asian Ministerial Conferences on Disaster Risk Reduction (AMCDRR) ini, Rahmawati mewakili Humanitarian Forum Indonesia (HFI) di mana Muhammadiyah berperan  sebagai salah satu pendirinya pada tahun 2008.

Rahmawati menyampaikan bahwa kerjasama antar organisasi berbasis keagamaan di HFI telah berhasil melakukan kerjasama dan koordinasi dalam tanggap darurat bencana, berbagi pengetahuan dan kemampuan teknis, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi antara anggota dengan pemerintah, serta organisasi regional dan internasional.

“Pada Gempa Bumi Padang 2009, HFI berhasil membangun komunikasi efektif ketika terjadi masalah antara tim bantuan dari organisasi kristen yang membantu masyarakat Muslim,” kata Rahmawati, yang saat ini menjabat sebagai unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

“Pada kasus lain, melalui HFI, Tim Medis Muhammadiyah bisa dengan efektif membantu warga terdampak banjir bandang Wasior, Papua Barat yang mayoritas beragama Katolik dan Kristen,” lanjut dosen pascasarjana universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Bahkan, tambah Rahmawati, HFI juga berhasil mengkoordinasikan potensi organisasi kemanusiaan berbasis agama menjadi bagian dari tim bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Gempa Nepal bersama BNPB. (Arif/ MDMC)

 

Redaktur : Fauziah Mona

Berita Internasional

Shared:
Shared:
1