Yayasan Demandiri Gandeng UMJ Kembangkan SDM Melalui Posdaya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Februari 2012 13:13 WIB

Jakarta -Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Yayasan Damandiri) menggandeng UMJ di bawah koordinasi LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UMJ untuk bekerjasama dalam pengembangan SDM melalui Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Posdaya merupakan forum silaturahmi, komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Perjanjian Kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua Yayasan Damandiri Prof. Dr. Haryono Suyono dan Rektor UMJ,Prof. Dr. Masyitohdan disaksikan oleh Sekda Kota Tangerang Selatan Drs. Dudung E. Direja dan Ketua BPH UMJ Drs. H. Husni Thoyar, M.Agdi Aula Rektorat lantai 1 pada hari Selasa (10/1)di hadapan para pimpinan, dosen, dan perwakilan mahasiswa UMJ. Usai penandatanganan acara dilanjutkan dengan diskusi seputar Posdaya dengan dimoderatori oleh ketua LPPM-UMJ, Dra. Susilahati, M.Si.

Masyitoh menegaskan ketertarikannya terhadap program Posdaya yang telah dijalankan Yayasan Damandiri di beberapa daerah yang telah dikunjunginya bersama Haryono. Menurut Masyitoh revitalisasi KKN menjadi KKN Tematik Posdaya dengan bersinergi antara UMJ, Yayasan Damandiri dan pemerintah daerah Tangerang Selatan perlu segera direalisasikan. Kerjasama ini terjalin, lanjut Masyitoh, karena telah ada kesamaan visi dan persepsi program-program yang berbasis kepada masyarakat, terutama masyarakat dengan keluarga miskin. Meski konsepnya telah dirumuskan, namun rumusan tujuan dan bentuk KKN Tematik Posdaya ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan para pimpinan fakultas.

Bagi Sekda Tangsel,Dudung, UMJ, Damandiri dan Pemda Tangsel merupakan tiga pilar yang akan mengawal dan menjalankan MoU ini. “Bagi Pemda (Tangsel, red) ini sangat bermanfaat apalagi usianya(Pemda Tangsel, red)yang baru tiga tahun ini”, paparnya. Dari tujuh kecamatan yang berada di wilayah Tangsel ada dua karakter yaitu yang berkembang menjadi wilayah perkotaan dan ada juga wilayah yang masih tergolong pedesaan seperti di Kecamatan Setu.  Menurut Dudung, wilayah yang masih tergolong pedesaan tersebut bisa dijadikan prioritas dalam menjalankan program Posdaya ini. Sejauh ini Pemda Tangsel merencanakan pencapaian dalam 5 tahun ke depan seperti infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, sampah dan kemacetan kota. “Untuk menyelenggarakan pembangunan tidak bisa dilakukan Pemda sendiri”, jelasnya.

Menurut Haryono Suyono UMJ sebagaimana instansi Muhammadiyah memiliki ciri bekerja bersama rakyat dan hal ini bagi Haryono menjadi nilai plus dalam menjalankan program Posdaya nantinya. Dalam prakteknya, Posdaya bekerja dari bawah (pemberdayaan masyarakat) karenanya peranan KKN langsung ke Posdaya. Haryono mengharapkan pelaksanaan kegiatan dengan sungguh-sungguh, “jangan berpidato tapi laksanakan kegiatan sebagai prioritas”, tegas Mantan Menteri Menkokesra era Soeharto ini.

Lebih lanjut Haryono menegaskan bahwa peran Posdaya adalah dalam pembangunan berbasis penduduk. Untuk itu, Posdaya menjadi pendamping presiden di tingkat akar rumput. Pendampingan tersebut dimaksudkan sebagai pencapaian tujuan milenium yakni pencapaian delapan sasaran dan tujuan MDGs, utamanya pengentasan kemiskinan. Delapan program yang menjadi sasaran kerja Posdaya sebuah upaya untuk mendorong kesejahteraan rakyat, delapan program itu antara lain: pengentasan kemiskinan, budaya belajar yakni kerjasama Posdaya berbagai kalangan dengan mendirikan PAUD, kursus paket A, B, dan C, kursus keterampilan dan magang usaha ekonomi makro, kesetaraan gender, kematian anak dan ibu hamil, program utama Posyandu, pencegahan HIV/ AIDS, lingkungan bergizi dan penghargaan kepada pelaksana Posdaya dengan membangun kerjasama internasional.  (www.umj.ac.id)

Shared:
Shared:
1