SD Muhammadiyah Kutoarjo Borong Penghargaan dalam Ajang Jumbara IV

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 01 November 2016 10:34 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO-- Sebagai salah satu upaya peningkatkan peran serta anggota Palang Merah Remaja (PMR) dalam penerapan Tri Bakti PMR, SD Muhammadiyah Kutoarjo melalui Tim Jumbara nya mengikuti agenda Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) IV PMR yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo. Dilaksanakan di lapangan SMAN 7 Purworejo, acara Jumbara digelar sejak tanggal 29 hingga 30 Oktober 2016.

"PMR pemula itu anak-anak SD, mereka baru pertama kali ini mengikuti Jumbara, ada 5 regu, SMP (Madya) 29 regu dan SMA (Wira) 21 regu," tutur Supangkat, Kepala Markas PMI Purworejo.

Supangkat menerangkan, selain untuk meningkatkan karakter ke palang merahan bagi regu PMR, kegiatan Jumbara juga bertujuan untuk mempersiapkan regu yang akan mewakili Kabupaten Purworejo dalam acara Jumbara tingkat provinsi di Kabupaten Pati pada tahun 2017 mendatang.

Beragam kegiatan seperti, lomba defile, lomba paket siaga bencana, kampanye ke PMR-an, jalan sehat, aksi pembina PMR serta aksi PMR anak-anak menjadi menu kegiatan pelaksanaan Jumbara. Untuk kegiatan kampanye ke PMR-an, masing-mising regu diperbolehkan memilih salah satu materi kampanye dari 7 materi yang telah ditentukan panitia.

Sedangkan dalam perlombaan tersebut tim SD Muhammadiyah Kutoarjo mendapatkan kejuaraan pada 5 kategori yang dilombakan. “Dari ke-10 peserta tim salah satunya Ananda Lydia Gifa Fiesta siswa Kelas IV yang pada kesempatan sebelumnya telah mewakili Jawa Tengah pada Jumbara Nasional di Makassar bulan Juli lalu dan mendapatkan juara pertama. Mudah-mudahan dapat meraih ke jenjang yang lebih tinggi” ujar Suprayitno, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kutoarjo.

Sementara itu, Bupati Purworejo, Agus Bastian berpesan sebagai wadah pembinaan generasi muda, PMR perlu senantiasa mendapat pembinaan yang disertai dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dengan karakter ke PMR-an.

"Selain itu diperlukan upaya pengembangan pembinaan, agar nantinya mereka dapat berperan sebagai pendidik sebaya yang mampu berbagi pengetahuan dan ketrampilan kepada teman sebayanya," kata Agus. (syifa)

 

Kontributor : Akhmad Musdani

Shared:
Shared:
1