KKN Mahasiswa Harus Bantu Dorong Produktivitas Masyarakat Miskin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Februari 2012 12:32 WIB

 

Malang- Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) didorong menjembatani etos kerja keras dan kemandirian masyarakat miskin agar lebih produktif. Menurut rektor UMM, Muhadjir Effendy, karakter masyarakat miskin biasanya telah melakukan kerja keras dan cukup mandiri, tidak tergantung pada pembiayaan orang lain, tetapi sayangnya kurang menghasilkan pendapatan yang memadai. “Produktivitas mereka masih rendah untuk mengangkat kesejahteraannya,” kata Muhadjir Effendy ketika menjadi salah satu nara sumber talkshow TVRI Surabaya bersama Yayasan Damandiri, di pendopo Kabupaten Malang, Rabu (15/02/2012).

Muhadjir Effendy menjadi nara sumber bersama-sama beberapa narasumber lain, antara lain, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono dan Bupati Malang Rendra Kresna. Acara ini merupakan salah satu sosialisasi program Posdaya yang dikembangkan oleh Damandiri. Acara dihadiri seluruh kepala desa se-Kabupaten Malang dan masyarakat yang terlibat Posdaya dan mahasiswa KKN dari berbagai kampus di Malang.

Muhadjir Effendy memaparkan filsafat Islam yang tidak menampik adanya masyarakat miskin. Kemiskinan adalah keniscayaan, tetapi Islam memiliki mekanisme di mana orang miskin berhak memperoleh zakat. Itu artinya orang kaya harus memiliki kepedulian kepada kaum miskin untuk memberdayakannya. Sebagai kaum yang lebih beruntung, masyarakat kampus harus ikut memberdayakan kaum miskin ini, salah satunya melalui KKN.

“Jadi tugas kampus adalah menjembatani antara yang kaya dengan kaum miskin sehingga produktivitas mereka terangkat. Tak hanya kerja keras dan mandiri tetapi harus bisa mengangkat penghasilan mereka,” ungkapnya. Misalnya, dengan mengusahakan modal dan keterampilan yang sesuai kebutuhan.

Peran lain perguruan tinggi, kata rektor,  adalah mengusahakan teknologi tepat guna bagi masyarakat. Masyarakat memiliki ekpektasi bahwa kampus memiliki kemampuan untuk memproduksi teknologi. Oleh karenanya kampus harus berusaha membuktikannya di tengah-tengah masyarakat.

Muhadjir Effendy menyontohkan yang dilakukan oleh UMM. Misalnya ikut membangun PLTMH di Sumbermaron, membangun reactor biogas berbahan dari kotoran sapi, serta teknologi pengolahan pakan ternak. Semua dimaksudkan agar etos yang sangat bagus dimiliki oleh masyarakat dapat dikonversi menjadi pendapatan yang tinggi.(www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1