Pemuda Harus Miliki Kreativitas dan Semangat Kemandirian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 31 Oktober 2016 12:49 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKASSAR – Pemuda merupakan cikal bakal pemimpin bangsa di masa mendatang. Sehingga  upaya persiapan dalam rangka mematangkan generasi muda agar kelak siap menjadi pemimpin sangat dibutuhkan.

Upaya persiapan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai  macam cara, salah satunya melalui dialog kepemudaan. Dialog kepemudaan dapat memberikan pengetahuan, mendorong pemikiran kritis dan kematangan berpikir terhadap pemuda tentang isu-isu yang terjadi di Indonesia.

Seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Bantaeng, Makassar, menggelar dialog kepemudaan dengan tema Nasionalisme Pemuda sebagai Kontrol Sosial dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Minggu (30/10).

“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong semangat pemuda, serta melatih pemikiran kritis sehingga mampu melahirkan ide-ide solutif,” ungkap Harianto, Ketua Cabang IMM Bantaeng.

Kegiatan yang dilaksanakan di Warkop Cappo, jalan Sultan Alauddin Makassar ini mengundang tokoh muda Bantaeng yaitu Jabal Nur dan Anas Iswanto, Akademisi Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Jabal Nur dalam materinya menyampaikan bahwa pemuda dapat berkontribusi dengan melalui melatih kemampuan berpikir, serta harus berpartisipasi dalam upaya membangun kemandirian bangsa.

“Sebenarnya upaya pemuda tidak berhenti di tingkat aksi atau demo saja, melainkan harus menyumbangkan ide solutif dan kreatif untuk permasalahan bangsa,” ujar Jabal.

Sedangkan Anas Iswanto memaparkan bahwa pemuda hadir sebagai kontrol sosial kinerja pemerintah dan sebagai sosok muda yang mampu meningkatkan semangat kemandirian dalam berbagai hal, salah satunya kemandirian dalam bidang ekonomi.

“Pemuda sebagai sosok muda harus miliki kreativitas dalam menyelesaikan permasalahan di Indonesia,” tutup Anas.(Nisa Pujiana)

Kontributor: Kasri

Berita Daerah

Shared:
Shared:
1