RS PKU Muhammadiyah Gamping Gelar Orientasi dan Pengenalan Hospital Disaster Plan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 31 Oktober 2016 11:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Mandat yang telah diberikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ketika Muktamar 2015 di Makasar untuk siap ketika bencana, menjadi dasar pergerakan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)untuk selalu mengingatkan serta mengusahakan kepada jaringan Muhammadiyah, utamanya rumah sakit, untuk selalu siap siaga ketika terjadi bencana.

Seperti disampaikan Arif Nur Kholis, Sekretaris Pimpinan Pusat  MDMC, bahwasanya dahulu sebelum Tsunami Aceh, semua orang berfikir bahwa sebuah bencana hanya datang dan kita tinggal menunggunya.

 “Saat ini, bencana merupakan sebuah kejadian dimana kita dituntut untuk selalu melakukan upaya dalam pengurangan risiko bencana agar jumlah penyintas bencana yang jatuh tidaklah banyak,” ucap Arif, Jumat (28/10) dalam acara Orientasi dan Pengenalan Hospital Disaster Plan Menuju Rumah Sakit Siaga Bencanayang bertempat di Convention Hall RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Sementara itu, Budi Santoso, koordinator divisi Pengurangan Risiko Bencana (PRB)MDMC turutmenjelaskan tentang comprehensive safe hospital. Ia menjelaskan, bahwasanya setiap tahun, paradigma hosdip (rencana rumah sakit siaga bencana) selalu mengalami perubahan.

 “Karena hosdip ini merupakan sebuah upaya pengurangan risiko bencana (PRB) di bidang kebencanaan, maka fungsi safe hospital tahun demi tahunnya mengalami perubahan. Tahun 2008 paradigma yang muncul tentang safe hospital ialah bagaimana bangunan dan insfrastruktur rumah sakit tahan terhadap bencana, sedangkan saat ini mengacu pada konsep safe hospital 2015, menyatakan bahwa rumah sakit harus mampu berfungsi maksimal dalam situasi bencana,” jelas Budi.

Kembali dijelaskan Budi, pada dasarnya konsep menuju  Rumah Sakit Siaga Bencanaialah adanyakajian, perencanaan, penyusunan, dan revisi dokumen serta pelatihan dan simulasi. “Tujuannya agar rumah sakit sendiri dapat meningkatkan kapasitasnya serta dapat melakukan kerjasama kemitraan dengan petugas penanggulangan bencana di rumah sakit,” pungkasnya.

Ahmad Faisal selaku direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping menyatakan bahwa tatkala terjadi sebuah bencana, bagi rumah sakit sendiri, langkah antisipatif mutlak diperlukan. “Langkah antisipatif bagi rumah sakit dalam bencana mutlak dibutuhkan, maka perlu dirancang sebuah pemahaman serta perencanaan yang baik dari seluruh instrumen rumah sakit,” tegas Ahmad.

Kembali ditambahkan Ahmad, bisa saja rumah sakit tersebut ikut terdampak bencana dan akan lebih parah lagi manakala seluruh instrumen rumah sakit tidak siap melakukan penanggulangan pada bencana maupun dalam penerimaan pasien terdampak bencana.

Selain itu, Ahmad berharap, melalui kegiatan Orientasi dan Simulasi Hospital Disaster Plantersebut dapatmenjadi bahan pelatihan yang nantinya dipahami, dihayati serta diaplikasikan oleh instrumen rumah sakit umum sehingga siap tatkala menghadapi bencana. (adam)

Kontributor: Fauzi/MDMC

 

Shared:
Shared:
1