Kembangkan Pendidikan Islam Berkemajuan di Pesantren

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 30 Oktober 2016 03:30 WIB

MAKASSAR, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Pengelola Pondok Pesantren Muhammadiyah diharapkan meneguhkan kembali spirit yang dibawa oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yakni mengembangkan sistem pendidikan Islam berkemajuan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah saat membuka Rakornas Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LP3M), di Balai Sidang Muktamar 47, Kampus Unismuh Makassar, Jumat, (28/10).

“Masa lampau kita jadikan khazanah, tetapi jangan sampai kita kembali masa lampau,” kata Haedar. Lebih lanjut Haedar, KH Ahmad Dahlan mendirikan Madrasah Diniyah Al-Islamiyah pada 1 Desember 1911, atau sekitar satu tahun sebelum mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912.

 “Kiai Dahlan mengajar sambil berdiri, sedangkan murid-muridnya duduk di kursi, sehingga ketika itu Kiai Dahlan disebut kafir. Lama kelamaan, mereka mengadopsi model pendidikan yang dikembangkan KH Ahmad Dahlan,” ungkap Haedar.

Ketua LP3M Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Maskuri mengatakan, kehadiran LP3M merupakan amanah hasil Muktamar ke-47 Muhammadiyah, di Unismuh Makassar, pada 3-8 Agustus 2015 lalu.

“Unismuh Makassar menjadi tonggak sejarah lahirnya Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah,” katanya.

Rakornas LP3M yang mengusung tema: “Menuju Pondok Pesantren Muhammadiyah yang Berkemajuan sebagai Pusat Kader Ulama”, dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri atas pengurus LP3M Pimpinan Pusat Muhammadiyah, konsultan ahli, tim pengembang, majelis dan lembaga Muhammadiyah tingkat pusat, serta pengurus LP3M pimpinan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia.

“Rakornas juga dimaksudkan mendiskusikan hal-hal strategis untuk mengembangkan Pondok Pesantren Muhammadiyah ke depan dan juga melalui Rakornas ini perlu ada pencerahan dalam pengelolaan pesantren, melalui seminar internasional tentang tajdid peradaban dan ilmu pengetahuan, membangun kemandirian dan kerjasama regional pendidikan Islam,” kata Maskuri.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rahman Rahim, juga berharap pondok pesantren Muhammadiyah dapat dikelola secara modern dan profesional.

“Kalau dikelola secara profesional dan modern, maka pondok pesantren tentu bukan momok bagi masyarakat. Sebaliknya, masyarakat akan merasa rugi ketika anak-anak mereka tidak masuk ke pesantren Muhammadiyah,” kata Rahman.

Pembukaan Rakornas Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah turut dihadiri Gubernur Sulsel diwakili Asisten III Sidik Salam, Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr Agung Danarto, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang juga Ketua Badan Pembina Harian Unismuh Makassar, Dr HM Syaiful Saleh, mantan Rektor Unismuh Makassar Prof Dr Irwan Akib, Ketua Harian Partai Golkar Pusat yang juga Pelaksana Tugas Ketua Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid, serta sejumlah undangan. (dzar)

 

 

Kontributor: Kasri Riswadi

 

Redaktur: Dzar Al Banna

 

BERITA NASIONAL

 

 

Shared:
Shared:
1