Terampil Berbahasa Indonesia Mampu Dukung Pendidikan Karakter

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 29 Oktober 2016 11:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA– Bahasa Indonesia merupakan salah satu budaya Indonesia yang tetap harus dilestarikan. Bahasa yang telah diakui sebagai bahasa persatuan dalam kalimat Sumpah Pemuda ini dapat dijadikan sebagai bahan penguatan karakter.

Menyadari akan pentingnya penguatan Bahasa Indonesia, Cluster Bahasa Indonesia Perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Workshop Bulan Bahasa di Ruang Pertemuan SD Muhammadiyah Program Khusus Surakarta. Kegiatan ini  dikhususkan untuk seluruh guru yang berasal dari TK, SD, SMP dan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat (29/10).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pendidik terhadap peran pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dalam penanaman nilai karakter terhadap siswa,” ucap Slamet Rismiyadi, Ketua pelaksana kegiatan Workshop Bulan Bahasa.

Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta dan bertemakan “Penguatan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia” ini mengundang Rahmi Suhita yaitu Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Bandung Mawardi, seorang Pengamat Sastra sebagai pemateri.

Kembali ditambahkan oleh Slamet bahwa workshop ini juga bertujuan untuk menambah semangat dan rasa bangga pendidik untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar karena dalam suatu karya sastra terdapat nilai-nilai yang tersirat seperti nilai religius, nilai moral, nilai sosial, nilai etika, dan nilai estetika.

Rahmi Suhita, dalam materinya menyampaikan bahwa bahasa yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan kondisi dan situasi dan bahasa yang benar adalah bahasa yang digunakan sesuai aturan yang berlaku.

“Untuk itu, pendidik perlu dituntut untuk bisa terampil dalam menggunakan bahasa Indonesia ketika di depan siswa, agar mampu menjadi teladan bagi siswa” ungkap Rahmi.

Bandung Mawardi, menjelaskan bahwa upaya pembentukan karakter pada siswa juga harus dilakukan dengan baik oleh guru sebagai pendidik karena bagaimapun guru adalah sosok yang dijadikan panutan oleh siswa.

“Penguatan karakter siswa melalui bahasa Indonesia bisa dimulai dari guru sebagai pendidik siswa,” tutup Bandung. (nisa)

Shared:
Shared:
1