Kaji Kesetaraan Gender LP3A UMM Gelar Diskusi Bersama Pakar dari Portugal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 29 Oktober 2016 11:20 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG– Baru-baru ini isu tentang perempuan sudah menjamah ke banyak negara di dunia. Isu perempuan diantaranya perihal kesetaraan gender dan masih banyak lainnya. Terkait dengan banyaknya isu tentang perempuan, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kajian gender yang menghadirikan pakar gender, Maria Johanna Christina Schouten dari University of Beira Interior, Covilha Portugal.

Diskusi yang digelar di ruang siding senat UMM Rabu (26/10) ini bertemakan “Gender in Portugal: Gender Equality, the Changing Of Womens Roles and Family Life” menjelaskan bahwa Portugal berpegang pada tiga aspek utama, yaitu, agama, negara, dan keluarga.

“Dari pegangan itu maka di Portugal muncul kebijakan bahwa wanita wajib merawat anak paling tidak enam minggu dan pria wajib merawat anak sepuluh hari,” tutur Maria.

Maria menyebutkan ada beberapa indikator yang menunjukkan bahwa negara itu ramah terhadap perempuan. Antara lain yaitu Pendidikan bagi semua kalangan, mendapatkan pengakuan ditataran politik, dan tingkat kerja yang ada di semua sektor kerja.

Lebih lanjut, Maria juga mengatakan beberapa fasilitas juga sudah menggambarkan bahwa wanita juga memiliki hak yang sama dengan pria. Salah satu contohnya bila ada ibu hamil di Portugal yang bekerja dapat mengambil cuti hingga 180 hari bahkan satu tahun.

“Indonesia dan Portugal memiliki kesamaan dalam praktek gender. Salah satu contohnya kisah kartini yang menginspirasi emansipasi wanita Indonesia dan di Portugal juga memiliki sosok yang sama seperti Kartini,” tutup Maria. (Syifa)

 

Sumber Foto : umm.ac.id

 

Shared:
Shared:
1