Hari Sumpah Pemuda, Haedar Nashir Minta Anak Bangsa Kuasai IPTEK

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 Oktober 2016 11:17 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pada zaman ini Pemuda-Pemudi Indonesia telah menjadi bagian penting dalam terwujudnya kemajuan dan perkembangan bangsa kedepan. Sudah delapan puluh delapan tahun semenjak “Sumpah Pemuda” digelorakan namun perkerjaan rumah bangsa ini belum semaksimal mungkin terealisasikan.

Menanggapi Sumpah Pemuda delapan puluh depalapn tahun ini yang bertajuk “Pemuda Indonesia Menatap Masa Depan”, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menuturkan, sebelum para pemuda hari ini menatap dunia, pemuda harus memiliki jiwa dan pikiran yang berkebangsaan yang berjiwa heroik seperti para pemuda di masa tahun 1928, dimana saat itu mereka memiliki semangat kebangsaan yang luar biasa.

“Pemuda hari ini dalam keadaan yang serba berkecukupan dan fasilitas yang relatif lebih mudah, maka jiwa kebangsaan itu harus lebih heroik, sebagaimana mereka menjadi kader-kader strategis bangsa yang membawa Indonesia berkemajuan dalam konteks kekinian dan global,” Lanjutnya.

Ia menjelaskan pemuda Indonesia kini dalam dinamika baru dimana globalisasi kini telah jadi realitas kehidupan yang niscaya perlu filter karakter, budaya, bahkan nilai, tapi tidak lain harus punya kemampuan bersaing, bertanding, dan berkomparasi dengan pemuda dari negara lain yang menghadirkan peran pemuda Indonesia untuk membawa kemajuan peradaban bangsa dan kemajuan peradaban kedepan.

Haedar kembali menjelaskan bahwa, pemuda Indonesia tidak mungkin menatap dunia tanpa punya kemampuan domestik yang kuat, mana mungkin orang bisa memberi sesuatu apabila ia tidak memiliki sesuatu. Pemuda-pemudi Indonesia telah cukup banyak yang berprestasi, hal ini sebagau satu bukti bahwa pemuda-pemudi Indonesia memiliki potensi, tinggal bagaimana secara keseluruhan ada kemajuan dalam pemberian mobilisasi.

Menurut Haedar, pemuda-pemudi Indonesia sekarang harus menguasai Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK), maju dibidang diplomasi, maju secara ekonomi, dan harus memiliki kemampuan profesional megelola sumber daya alam (SDA) yang ada di dalam negeri, yang itu memerlukan para pemuda yang bergerak dalam bidang keahlian.

“Pemuda sekarang ini masih belum meluas dalam hal itu, jadi hanya beberapa persen pemuda-pemudi saja yang memiliki keahlian tentang itu, penyebabnya antara lain ekonomi yang kurang merata sehingga banyak muncul kesenjangan diantara pemuda-pemudi sekarang ini, juga culture yang masih mengikuti masa lampau yang terlalu banyak ritual atau acara simbolik, konsumtif dan kurang produktif,” kata Haedar. (adam)

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

 

Shared:
Shared:
1