Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat Serukan Kesalehan Lingkungan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 Oktober 2016 10:40 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG -- Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat menyerukan semua elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama melindungi lingkungan dari berbagai kerusakan. Bencana banjir dan kerusakan lingkungan yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dan harta benda adalah akibat dari hilangnya nilai-nilai kesalehan lingkungan.

”Mendesak sekali untuk menegakkan jihad lingkungan. Masyarakat dan pemerintah harus bergandengan tangan berusaha sungguh-sungguh memastikan lingkungan di Jawa Barat asri dan lestari. Saya prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Belum lagi oknum aparat yang tutup mata dengan pembangunan yang merusak,” tegas Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana di Bandung, Kamis (27/10).

Sebagai upaya untuk mengingatkan dan membangun kesadaran masyarakat, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016 akan melaunching Program Jabar Ber-Aksi, Jabar Asri, jihad lingkungan di Universitas Muhammadiyah Sukabumi.Pemuda Muhammadiyah juga mendesak,pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah harus memperhatikan keseimbangan kelestarian lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang ada.

Jika pembangunan infrastruktur mengabaikan keseimbangan kelestarian lingkungan, hal itu dapat berpotensi buruk bagi masyarakat sendiri. Seperti bencana yang terjadi di Garut dan Sumedang, bahkan paling baru banjir di Kota Bandung, kata Iu Rusliana, hal itu karena pengelolaan lingkungan yang kurang serius oleh pemerintah dan abainya masyarakat terhadap lingkungannya masing-masing.

"Penegakkan hukum harus dilaksanakan oleh aparat," ujar dosen Aqidah dan Filsafat Islam UIN Bandung tersebut.

Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat mengharapkan, masyarakat juga perlu menjaga lingkungannya agar lebih tertata dengan baik. Yaitu merawat lingkungan sekitarnya, seperti melancarkan saluran air selokan, atau drainase dan melakukan penghijauan atau membuat sumur resapan.

Hal tersebut, kata Iu, merupakan langkah terkecil yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Tentunya akan lebih baik masyarakat dapat terus membudayakan gotong royong menjaga kebersihan lingkungannya.

Namun, hal yang lebih penting, dalam persoalan lingkungan, jelas Iu Rusliana, adalah peran pemerintah agar dapat mengatur dan mengelola lingkungan hidup berbasiskan pada prinsip menjaga kelestarian alam.

Dalam kesempatan ini, Iu juga mengharapkan, persoalan banjir yang ada di perkotaan, seperti di Bandung misalnya yang belum lama ini terjadi, dapat lebih dicegah. Persoalan drainase di perkotaan, menurutnya, sangat krusial untuk ditata dengan serius.

"Jangan tunggu korban dulu, baru ada tindakan. Semuanya harus sadar, membuang sampah sembarangan saja adalah dosa, hal terkecil seperti itu pun harus dibangun dan menjadi budaya. Manusia itu hidup harus ramah dan menyesuaikan dengan lingkungannya," katanya. (Ridlo Abdillah)

Shared:
Shared:
1