PCIM Malaysia Rangkai Pengajian Dengan Rekreasi Keluarga

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 11 Februari 2012 15:25 WIB

Kuala Lumpur (08/01/2012), Pengajian keislaman adalah core kegiatan organisasi kemasyarakatan Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan sejak tahun 1912 hampir seabad yang lalu. Tentu, selain kegiatan utama tersebut, organisasi yang lebih senang menyebut dirinya Persyarikatan Muhammadiyah mempunyai kegiatan yang bermacam-macam yang diusahakan oleh para aktifisnya, dari mulai membangun sekolah, mendirikan rumah yatim piyatu maupun membangun rumah sakit-rumah sakit dan sederet kegiatan sosial kemasyarakatan yang telah diusahakannya.

 

 
Persyarikatan Muhammadiyah yang terkenal dengan semboyannya : “Amar Ma’ruf Nahi Munkar” sejatinya tidak lain dan tidak bukan adalah organisasi yang diasaskan untuk kepentingan Dakwah Islamiyah secara luas dan umum karenanya, Muhammadiyah mendasarkan kegiatannya kepada perintah Allah yang tersurat dalam al-Quran Surat al-Imron ayat: 104 yang artinya adalah kurang lebih: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
 
Berangkat dari nash diatas maka menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada yang mungkar, merupakan kewajiban atas setiap muslim untuk melakukannya. Namun demikian, dalam Persyarikatan Muhammadiyah, keupayaan seseorang untuk melaksanakan kewajiban Dakwah hendaklah selalu dilandasi oleh kesadaran bahwa memulainya dengan menjalankan hal itu pada dirinya sendiri terlebih dahulu, adalah lebih utama, sesuai dengan perintah ajaran agama: hendaklah memulainya dari diri sendiri dahulu ibda’ binafsik.
 
Dengan kesadaran itulah, maka Persyarikatan Muhammadiyah yang ada di Malaysia, atau yang lebih sering disebut dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, sejak didirikannya tahun 2007 menjadikan kegiatan pengajian keislaman untuk para kader, simpatisan, serta warganya sebagai kegiatan yang utama dan pertama. Hal ini terkandung maksud agar setiap anggota Persyarikatan memahami arti penting ad-Din yang dipeluknya dan setiap ajaran yang ada didalamnya menjadi amalan dalam kesehariannya, sebelum mereka mengajak kepada orang lain untuk ber-Amar makruf nahi munkar.
 
Sejak periode kepengurusan PCIM 2007-2010 sampai dengan kepengurusan periode selanjutnya 2011-2013, pengajian masih merupakan kegiatan utama dari program kerja yang ditawarkan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia kepada segenap warganya, tentu selain program kerja-program kerja keislaman dan kemasyarakatan yang lainnya. Pada kepengurusan periode berjalan, agak sedikit berbeda dalam pengelolaan pengajian dibanding pada periode kepengurusan sebelumnya, pimpinan mengevaluasi bahwa selama ini kegiatan pengajian dianggap sebagai hal yang seolah-olah “membebani”, “garing” dan “serius” sehingga ada anggapan dan kesan dari warga bahwa kalau ada acara pengajian seolah sesuatu yang tidak menarik dan mereka lebih memilih untuk tidak datang menghadirinya karena alasan “ketidak menarikan” tadi. 
 
Oleh karenanya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia berusaha membalik persepsi warga bahwa pengajian itu tidak menarik dengan mengemasnya dengan kemasan yang menyebabkan warga bisa tertarik untuk menghadirinya, yaitu dengan membungkusnya dengan berbagai versi sebutan pengajian: Pengajian Taman, Pengajian Tasik (Danau), Pengajian Restoran, Pengajian Hutan, Pengajian Pantai dan lain-lain sebutan yang semakna dengan sebutan tadi, hal yang demikian dikandung maksud supaya konsep pengajian yang ada pada warga adalah sesuatu yang menarik, apalagi apabila pelaksanaanya melibatkan anggota keluarga dan diwarnai nuansa rekreasi yang menyenangkan dengan berbagai aktifitas seluruh peserta seperti: Game, Barbeque, lomba-lomba dan Potluck.
 
Alhamdulillah selama setahun berlalu 2011, Konsep Pengajian Taman sambil rekreasi keluarga yang dikembangkan dan dikelola oleh Bidang Tarjih dan Dakwah PCIM Malaysia sudah berjalan dengan baik dari satu tempat (Taman) ke tempat yang lain dan mendapat tanggapan yang menggembirakan dari segenap warga Persyarikatan di Malaysia.
 
Pengajian Taman perdana ditahun 2012, dilaksanakan pada hari Ahad yang betepatan dengan tanggal 8 Januari 2012 dilaksanakan di Forest Research Institute Of Malaysia (FRIM) Kepong-Kuala Lumpur Malaysia, sebuah hutan lindung yang asri ditengah kota, yang oleh pemerintah Malaysia dijadikan sebagai Hutan Penyelidikan dan Laboratorium Alam selain untuk sarana berekreasi bagi masyarakat penduduk Kuala Lumpur dan sekitarnya.
 
Warga Muhammadiyah Kali ini merasa bertuah mendapatkan wejangan dan taushiyah dari Dr. Nirwan Syafrin Manurung, warga PCIM yang sudah berhasil menggondol Ph.d Filsafat dan Pemikiran Islam dari ISTAC-IIUM. Beliau adalah mantan pengurus PCIM Kuala Lumpur-Malaysia periode 2007-2011 pada bidang Dakwah dan Tarjih, dan sekarang selain mengurus dan bergiat di Pondok Pesantren Husnayain Sukabumi-Jawa Barat, juga sebagai aktifis INSIST di Indonesia.
 
Nirwan merupakan seorang Akademisi tulen dari Medan, yang hampir menghabiskan seluruh masa pendidikan tinnginya dari mulai S1, S2 dan S3 dilalui di Malaysia bersama IIUM,  Perguruan Tinggi Islam yang terkenal dengan mottonya Garden of Knoledge and Virtue. Dalam uraian pengajiannya, Nirwan menyampaikan berbagai informasi keumatan yang sedang berkembang di Indonesia, sejak mulai dari kepemimpinan Nasional, Pendidikan dan isu-isu konflik sosial masyarakat dan Islam, sampai berbagai masalah-maslah kompleks yang menjadi tanggaung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya.
 
Dalam penyampaiannya, beliau juga mengatakan: “Permasalahan keumatan yang sekarang sedang terjadi di Indonesia, pada hakekatnya adalah masalah ummat Islam, dan kitalah yang wajib menyelesaikannya; karena sesungguhnya yang tertimpa dan mengalami permasalahan dari mulai kemiskinan, korupsi, kemerosotan moral maupun yang lainnya sebagian besar adalah saudara-saudara kita sendiri, ummat muslim yang ada di Indonesia”
 
Seperti biasa, konsep pengajian taman yang sengaja didesign disamping untuk menimba Ilmu Pengetahuan juga untuk berekreasi bersama keluarga dan menjalin silaturrohmi, maka, diakhir pengajian para peserta yang ummnya terdiri dari simpatisan dan warga Persyarikatan Muhammadiyah di Malaysia mengakhirinya dengan makan siang bersama dari Potluck yang dibawa oleh masing-masing untuk di bagi dan dinikmati bersama sambil menikmati pemandangan maupun bermain air dan berenang disungai bagi anak-anak serta anggota keluarga lainnya. (PCIM Malaysia)
Shared:
Shared:
1