Sekolah Muhammadiyah Pelopor Sekolah Aman Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 24 Oktober 2016 09:40 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG-Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang tinggi dan sangat mungkin bencana menimpa sekolah. Untuk mengurangi resiko bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mempunyai program Sekolah Aman Bencana. Sasaran program ini adalah 4 sekolah di kota Malang yang terdiri dari dua sekolah luar biasa dan dua sekolah inklusi. Sebagai langkah awal, diadakan workshop program Sekolah Aman Bencana di Aula Pimpinan Daerah Kota Malang, Jum’at (21/10).

Dalam workshop ini turut mengundang Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Malang, Pimpinan Daerah Aisyiyah kota Malang, Ortom Muhammadiyah tingkat daerah, Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) kota Malang, kabupaten Malang dan kota Batu, kepala 4 sekolah yang menjadi sasaran program dan pihak lain yang terkait.

“Sekolah Muhammadiyah selain bermutu juga harus aman dari bencana dan harapannya menjadi pelopor sekolah aman di kota Malang,” Jelas Fatoni, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Malang. Iajuga menyampaikan harapannya melalui program ini dapat menghasilkan fasilitator yang tangguh untuk mewujudkan sekolah aman bencana.

Sementara itu, Budi Setiawan, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencan (LBP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan bahwa ada tiga poin penting yang harus diperhatikan dalam mewujudkan sekolah aman bencana, yaitu infrastruktur, management dan Sumber daya manusia (SDM)

“Program ini dijalankan 2 bulan untuk memperbaiki management dan SDM serta merekomendasikan untuk perbaikan infrastruktur. Sedangkan sasarannya adalah 4 sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus karena mereka dinilai lebih rentan terkena resiko bencana,” pungkas Budi.

Workshop sekolah aman ini diawali dengan penjelasan program oleh Budi Santoso selaku koordinator Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan (PRBK), kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai fasilitasi dalam pendampingan oleh Wahyu Heni dan selanjutnya diadakan Focus Grup Discussion (FGD) mengenai program sekolah Aman yang dipandu oleh Pengelola pelaksana program, Oktomi Wijaya.

“Penanganan dampak bencana pasca terjadinya bencana lebih membutuhkan banyak biaya daripada pengurangan resiko dampak bencana sebelum bencana terjadi. Maka pengurangan resiko bencana di awal jauh lebih efektif,” jelas Budi Santoso, koordinator Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan (PRBK).

Budi Santoso juga menjelaskan bahwa program ini merupakan program kemitraan dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). “Selain kelembagaan, harapannya pendidikan mengenai pengurangan dampak bencana ini dapat terintegrasi dalam kurikulum,” tutup Budi Santoso. (adam)

Kontributor: Nuzula Khoirun N.

 

Shared:
Shared:
1