PP Muhammadiyah Terima Kunjungan Hartford Seminary

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 19 Oktober 2016 10:40 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Selasa (18/10) menerima kunjungan dari Hartford Seminary, turut hadir dalam acara tersebut Syafiq A. Mughni, Ketua PP Muhammadiyah, Alwi Shihab, perwakilan OKI, dan Herry Zudianto, Ketua ICMI Yogyakarta.

Hartford Seminary merupakan sebuah lembaga pendidikan non-denominasi untuk studi agama dan teologi. Hartford Seminary menawarkan program gelar dan sertifikat pascasarjana serta sertifikat kepemimpinan. Hartford Seminary juga memperkuat komunitas agama melalui program-program penelitian dan pendidikan.

Disampaikan Syafiq A. Mughni, sebagai organisasi yang terbuka untuk dialog, maka PP Muhammadiyah menerima kedatangan siapa saja yang ingin membangun pemahaman bersama dan kehidupan keagamaan yang konstruktif.

“Dan tentu banyak nilai-nilai yang harus kita kembangkan bersama-sama. Mungkin dari perspektif yang berbeda, tapi insyaallah mempunyai kesamaan, kemauan untuk membangun kehidupan yang beragam dan damai,” pungkas Syafiq.

Syafiq juga mengatakan, Muhammadiyah membutuhkan lembaga-lembaga lainnya, salah satunya yaitu Hartford Seminary, untuk berkembang bersama-sama. “Muhammadiyah tidak mungkin bisa maju dalam situasi konflik. Sehingga penyelesaian-penyelesaian konflik itu juga menjadi agenda yang sangat penting di dalam dialog-dialog antar agama,” ucapnya.

Kembali ditambahkan Syafiq, Hartford Seminary merupakan salah satu lembaga yang punya tradisi mau melakukan banyak penelitian dan kajian serta dialog-dialog antar iman, yang termasuk salah satunya yaitu terkait muslim-kristen balances. “Hubungan antar Muslim dan Kristen dipandang sebagai topik yang sangat penting, ketika melihat potensi konflik diberbagai tempat antara dua agama tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Heather Holda, Direktur Eksekutif Hartford Seminary, mengatakan, ditengah konflik yang kerap terjadi di berbagai Negara, khususnya konflik antar agama, sangat dibutuhkan tukar pikiran antar umat beragama mendiskusikan permasalahan yang terjadi, dan mencari titik temu dari permasalahan tersebut.

“Konflik antar agama pada dasarnya dapat diselesaikan dengan baik-baik, jika masing-masing pihak dapat saling berdiskusi,” ucap Heather.

Heather juga mengatakan, Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keberagaman agama, dan suku, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk menjaga kerukunan tersebut. (Adam)

Reporter: Ika/Nisa

 

Shared:
Shared:
1