Hijrah Merupakan Titik Awal Kebangkitan Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 18 Oktober 2016 09:48 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, DEPOK- Hijrah pada dasarnya merupakan starting-point of the Islamic era, yaitu titik awal dari pengembangan atau kebangkitan Islam.Dalam uraiannya, makna Hijrah dibagi dua perspektif yaitu Hijratul Badaniyah (hijrah fisik) dan Hijratul Qolbiyah (hijrah hati).

Seperti dijelaskan Erik Kurniawan, Anggota Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PDM Kota Depok, Hijrah Badaniyah lebih pada hijrah dalam arti pindah secara geografis, sedangkanhijrah Qolbiyah memiliki arti pindah dari jahiliyah ke Islamiyah, keburukan ke kebaikan, keterbelakangan ke berkemajuan.

“Hijrah dalam kondisi saat ini masih perlu dilakukan khususnya hijrah qolbiyah,” pungkas Erik, Sabtu (15/10) dalam acara Pengajian Rutin yang digelar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiah Kota Depok, bertempat di gedung Serbaguna Aisyiah  Mekarjaya.

Kembali dilanjutkan Erik, saat ini kita sedang berada pada masa Jahiliyah Modern. Semua lini kehidupan kita dihadapkan pada posisi untuk merusak akhlak dan kepribadian umat Islam.

“Hal yang harus dilakukan umat Islam adalah memperkuat pondasi pemahaman dalam mencari dan mengamalkan Ilmu Agama dan Ilmu umum untuk bekal dunia akherat,” ucap Erik.

Sementara itu, Rifa, Ketua PDNA Kota Depok mengatakan, tujuan pengajian ini selain menjadi ajang silaturahim juga merupakan sarana mencharger keimanan dan ketakwaan menuju muslim berkemajuan.

“Banyak fenomena sosial di masyarakat seperti Gafatar, Aa Gatot, Dimas Kanjeng dan mungkin masih banyak lagi kasus di masyarakat yang belum tereksplor di khalayak ramai, yang mana masalah-masalah tersebut membutuhkan pencerahan berfikir untuk menelaahnya,” pungkas Rifa.

 

Kontributor : Erik Kurniawan

Berita Daerah

 

Shared:
Shared:
1