MPM PP Muhammadiyah Galakkan Program Penanggulangan Krisis Pangan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 17 Oktober 2016 09:20 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Hari Pangan Dunia yang jatuh pada 16 Oktober telah mengingatkan kita bahwa krisis pangan yang melanda dunia semakin hari menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah dunia dan khususnya Indonesia.

Menurut Bachtiar Dwi Kurniawan, Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah yang ditemui redaksi muhammadiyah.or.id Sabtu (15/10) menyatakan bahwa darurat pangan terjadi akibat darurat lingkungan, yaitu perubahan iklim ekstrim yang melanda dunia.

Ia menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim itu sangat mengganggu bagi para petani pangan. Siklus penanaman dan siklus pertumbuhan pangan menjadi tidak bisa diprediksi. Krisis ini nantinya tentu juga akan dirasakan oleh Indonesia.

Melihat dampak yang akan terjadi tersebut, Muhammadiyah bergerak untuk membentuk program menanggulangi krisis pangan tersebut.

“MPM PP Muhammadiyah sudah menyiapkan lembaga atau badan yang berkaitan dengan pangan. MPM PP Muhammadiyah sangat konsen dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat khususnya tentang pangan, kami menggalakkan program di bidang pertanian terpadu ini adalah salah satu program unggulan MPM PP Muhammadiyah,” kata Bachtiar.

Selain itu, Bachtiar menuturkan MPM PP Muhammadiyah telah banyak melakukan kampanye menggalakkan budidaya pangan ini. Budidaya pangan yang digalakkan oleh MPM PP MUhammadiyah itu juga menyangkut pangan yang halal dan thoyyib.

“MPM PP Muhammadiyah mendorong untuk mengupayakan proses pendampingan pertanian sebisa mungkin meminimalisir aspek asing atau unsur kimia didalam pangan, yang diperkuat itu tanaman pokok seperti padi, singkong juga bisa menjadi alternative pangan,” tutur Bachtiar.

Lebih lanjut, Bachtiar menjelaskan MPM Pp Muhammdiyah juga ingin mendorong sector pangan di bidang perkebunan yang bisa di tanami macam-macam jenis seperti coklat, buah, kelapa, dan lain sebagainya yang masuk dalam kategori pangan.

“Harapannya program ini dapat berlanjut untuk membantu pemerintah menanggulangi krisis pangan kedepan,” tutup Bachtiar. (adam)

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

 

Shared:
Shared:
1