Dakwah Tajdid Muhammadiyah, Solusi Dakwah di Negara yang Kaya Budaya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 14 Oktober 2016 10:31 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANYUMAS -- Guna mempererat silahturahmi dan menggencarkan dakwah amar ma’ruf  nahi munkar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menggelar tabligh akbardi Aula FISIP UNSOED pada Ahad (09/10). Acara tersebut dihadirioleh keluarga besar Muhammadiyah UNSOED, PRM (Pimpinan RantingMuhammadiyah), PRA (Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah), PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah), PCA (Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah).

Ali Rokhman,  Dekan FISIP UNSOED sekaligus Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Banyumasmengatakan bahwa UNSOED erat kaitannya dengan semangat Jenderal Besar Soedirman. “Jenderal Soedirman adalah  kader Muhammadiyah yaitu sebagai ketua Hizbul Wathon (HW) Muhammadiyah daerah Banyumas,” jelasnya

Selain itu, Tafsir, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) JawaTengahmenyampaikan bahwa tidaklah mudah untuk mengejawantahkan Islam diIndonesia, karena Indonesia mempunyai begitu banyak budaya.

“Maka,siapa yang paling kultural dia yang paling kuat. Tapi bagaimana menjadikan dakwah Muhammadiyah ini dakwah yang kultural juga kembali kepada pemurnian qur’an dan sunnah,” jelasTafsir dalam ceramahnya.

Tafsirjuga menjelaskan bahwa  ketika berdakwah harus baik. Menurutnya, makna baikitu sendiribermacam-macam dalam al-Qur’an.  Salah satunya khoir, yakni baik menurut Qur’an dan Sunnah yang oleh Muhammadiyah diartikan sebagai gerakan pemurnian.

“Khoir saja tidak cukup untuk berdakwah membumi ke masyarakat, maka diperlukanma’ruf, yaitu baik menurut kebanyakan orang. inilah yang nantinya menjadi kekuatan dakwah kultural,”imbuhnya.

Ciri khas dari dakwah Muhammadiyah, menurut Tafsir , Muhammadiyah adalah dakwah tajdid yaitu dakwah yang mengikuti zaman. “Jika menengok kembali sejarahMuhammadiyah, gerakan tajdid ini sudah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan dengan mempelopori sanggar belajar menggunakan meja dan kursi, menggunakan alat musik sebagai media dakwah, dan lain-lain,” tutupnya.

 

Kontributor : Tegar Roli

Redaktur : Rika Fransiska

Berita Daerah

 

Shared:
Shared:
1