Universitas Ahmad Dahlan Perluas Sarana Pendidikan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 12 Oktober 2016 16:09 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Upaya Muhammadiyah dalam merealisasikan kredo “berkemajuan” dilakukan melalui pelaksanaan program-program unggulan yang mencerminkan jiwa Muhammadiyah itu sendiri, salah satunya adalah ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Seperti yang dijelaskan oleh Safar Nasir, Sekretaris Majelis Dikti PP Muhammadiyah, bahwa Muhammadiyah selalu turut serta dalam mencetak generasi yang unggul akhlak dan berkualitas. “Muhammadiyah adalah organisasi yang peduli pada sektor pendidikan, sebagai bentuk rasa turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” papar Safar dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), pada Rabu (12/10).

Safar menambahkan, pembangunan kampus 4 UAD ini memiliki luas bangunan 34.391 m2, berjumlah 10 lantai dan anggaran yang disediakan untuk pembangunan mencapai 300 Milyar lebih.

 Sementara itu, Kasiyarno, Rektor UAD, mengatakan, pembangunan UAD kampus 4 ini juga merupakan sebuah solusi dan opsi untuk generasi muda melanjutkan studinya. “Kami ingin memfasilitasi generasi muda untuk terus menuntut ilmu,” ucapnya.

Berangkat dari semakin meningkatnya calon mahasiswa yang mendaftar ke UAD, akhirnya UAD memutuskan untuk melakukan pembangunan kembali. Pembangunan kampus 4 UAD yang diestimasikan akan membutuhkan waktu 1,5 tahun tersebut juga merupakan upaya agar UAD tetap mampu mempertahankan akreditasi yang telah diperoleh.

“Salah satu syarat akreditasi saat ada visitasi dari tim penilaian kampus ialah pembangunan, dan kami juga mengarah ke sana,” ujar Kasiyarno.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, yang juga merupakan Badan Pembina Harian (BPH) UAD. Yunahar dalam sambutannya menjelaskan bahwa, Muhammadiyah adalah pergerakan yang berusaha menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, karena pada hakikatnya sumber ilmu yaitu Allah SWT. “Dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama itu tidak diperlukan, semuanya sama yaitu bentuk dari halaqah ilmu. Dan halaqah ilmu yang Muhammadiyah miliki salah satunya adalah UAD,” tutup Yunahar. (adam)

Reporter: Nisa

Shared:
Shared:
1