SD Muhammadiyah Suronatan: Pendidikan Karakter Memacu Semangat Siswa Berprestasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 12 Oktober 2016 09:34 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Sekolah Dasar Muhammadiyah Suronatan  yang berdiri sejak tahun 1918 merupakan sekolah dasar tertua dan berprestasi di Kota Yogyakarta. Prestasi yang diperoleh tidak hanya pada tingkat Nasional saja, melainkan juga pada tingkat Internasional. SD Muhammadiyah Surotan 1 pernah mendapat gelar sebagai sekolah terbaik se-Indonesia tahun 2007 dan terbaik SD se-DIY tahun 2011.

Seperti yang disampaikan Budiyono, Kepala SD Muhammadiyah Suronatan, untuk mempertahankan prestasi sekolah, selain unggul dari nilai ujian juga ditekankan untuk unggul dalam pendidikan karakter.

“Pendidikan karakter dapat memacu semangat anak dalam meraih prestasi. Sebenarnya, nilai-nilai pendidikan karakter sudah dilakukan sejak lama yaitu melalui jam belajar mengajar di sekolahitu sudah termasuk pendidikan karakter,” ucap Budiyono, ketika ditemui redaksi website Muhammadiyah.or.id, Senin (10/10).

Kembali dilanjutkan Budiyono, diterapkannya pendidikan karakter juga berpengaruh terhadappendidikan lingkungansiswa. Sekolah mengadakan kerja bakti siswa setiap hari secara bergiliran yaitudenganmengambil sampah di sekitar dan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah.

“Tujuannya selain untuk kebersihan lingkungan juga membiasakan siswa agar ketika melihat sampah yang berserakan segera diambil. Jadi, tidak heran kalau sekolah ini mendapat penghargaan sebagai sekolah sehat tingkat Nasional tahun 2012 di level sekolah dasar,” pungkas Budiyono.

Budiyono juga mengatakan, pendidikan karakter sangat dibutuhkan oleh siswa di era saat ini. “Pendidikan karakter siswa harus dapat diterima oleh masyarakat. Karena sekarang karakter sangat dibutuhkan, melihat pergaulan di luar sana, anak-anak harus dibekali pendidikan karakter, agar tidak terjerumus ke perilaku-perilaku yang tercela,” tambahnya.

Kembali dilanjutkan Budiyono, sekolah SD Muhammadiyah Suronatan tidak hanya fokus pada  penguatan akademik, melainkan juga non akademik. Banyak ekstrakulikuler sekolah yang mengasah bakat-bakat para siswa. Di antaranya yaitu  Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci, Sempoa, Fashion Show, Komputer, Vokal, Band, Presenter, Futsal, Melukis, Menari, Fotografi dan ekstakulikuler baru adalah Robotik.

Budiyono juga mengatakan, guna menunjang perkembangan dan prestasi siswa dalam dunia pendidikan, mengevaluasi setiap program-program sekolah dan menyampaikan program-program ke depannya, setiap satu bulan sekali diadakan pertemuan wali murid.

“Peran orangtua juga sangat mendukung para siswa untuk mengukir prestasi tinggi. Seperti yang dirasakan oleh Ajwa, siswa kelas lima yang belum lama ini mendapat juara lomba pildacil dan menyanyi tingkat nasional di Manado,” pungkas Budiyono.

Kembali ditambahkan Budiyono, program baru yang akan diterapkan di SD Muhammadiyah Suronatan 1 yaitu Kelas Olimpiade dan Klinik Sains. Kelas olimpiade ditujukan untuk persiapan ujian dan siswa-siswi yang ingin mengikuti berbagai lomba dalam bidang akademik. “Sedangkan Klinik Sains ditujukan untuk mengatasi nilai siswa-siswi yang kurang memuaskan, dan juga untuk mengatasi masalah-masalah siswa yang nilainya kurang memuaskan,” tambahnya.

Berikut ini daftar prestasi yang pernah diraih SD Muhammadiyah Suronatan 1, diantaranya yaitu masuk dalam Tim Indonesia pada olimpiade Internasional Matematika dan Sains di India tahun 2012, meraih medali emas kejuaraan internasional Taekwondo di Jerman dalam rangka World CTU tahun 2013. Untuk tahun 2016 ini, prestasi yang diperoleh yaitu Juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN)  Lomba Renang 50 M Gaya Punggung Putri, Juara 2 Renang 100 M Gaya Kupu-Kupu, Juara 2 Lomba Menyanyi Tunggal tingkat Kota Yogyakarta dan Finalis Lomba Menyanyi Tunggal dalam rangka FL2SN di Manado. (adam)

Reporter: Rika Dewi Fransiska

 

 

 

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1