Majelis Tabligh dan Tarjih PDM Pekalongan Sebar Kader Hingga ke Luar Negeri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 Oktober 2016 16:28 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PEKALONGAN- Tantangan dakwah Muhammadiyah kedepan akan semakin kompleks. Dalam rangka menyikapi tantagan tersebut perlu inovasi gerakan yang kreatif dalam mendesain dakwah Muhammadiyah.

Guna menjawab tantangan tersebut, Majelis Tabligh dan Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan berencana akan memondokkan kader-kader Muhammadiyah di dalam dan luar negeri.

Ketua Majelis Tabligh dan Tarjih PDM Pekalongan, Mirwan, mengatakan, pemondokkan kader-kader di dalam dan luar negeri dilakukan dalam rangka mencetak dai Muhammadiyah yang kompeten dan kondang.

“Tantangan Majelis Tabligh dan Tarjih PDM Kabupaten Pekalongan adalah banyaknya permasalahan hukum Islam di kalangan umat Islam, sehingga diperlukan solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut, salah satunya dengan pemondokkan dai,” ucap Mirwan, Minggu (9/10) dalam acara Rapat Kerja Daerah Majelis Tabligh dan Tarjih PDM Kabupaten Pekalongan, yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pekajangan, Kabupaten Pekalongan.

Mirwan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi para dai Muhammadiyah agar bisa sinergis dalam menjalankan dakwahnya. Selain itu ia juga akan aktif memberikan pelatihan-pelatihan kepada para dai, salah satunya yaitu dengan membentuk Korps Dai Muhammadiyah.

Kembali dijelaskan Mirwan, terdapat dua model gerakan dakwah yang akan dilakukan, diantaranya yaitu memaksimalkan Masjid sebagai pusat Dakwah dan mengirimkan para dai ke ranting-ranting yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono menyampaikan bahwa Majelis Tabligh dan Tarjih adalah ruh dari persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karenanya ia berharap agar mIajelis tersebut dapat bersinergi.

Mulyono juga berharap agar Majelis Tabligh dan Tarjih ini rutin melakuan kajian-kajian keislaman dalam rangka peningkatan kapasitas keilmuan.

“Majelis Tabligh dan Tarjih diharapkan dapat membuat buku panduan keagamaan yang bisa dipakai oleh warga  Muhammadiyah,” tegas Mulyono. (adam)

Kontributor: Kartika Rokhmawati

Berita Daerah

 

Shared:
Shared:
1