Laporan AMM ke Polda Metro Jaya Terhadap Ahok Terkait Ancaman Keberagaman Bukan Pilgub DKI

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 11 Oktober 2016 13:28 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA- Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM)  yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) meminta Polda Metro Jaya segera memproses laporan mereka Nomor:TBL/4868/X/2016/PMJ/Ditreskrimum.

Seperti disampaikan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, laporan yang diajukan kepada AMM ke Polda Metro Jaya terhadap Ahok yaitu terkait dengan ancaman keberagaman yang telah dilakukan Ahok terhadap umat Islam.

“Laporan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilgub DKI Jakarta, murni masalah ancaman keberagaman yang dilakukan oleh Ahok terhadap umat Islam,” tegas Dahnil, Selasa (11/10).

Upaya pelaporan yang dilakukan oleh AMM pada tanggal 7 Oktober 2016 lalu membuktikan apa yang dilakukan AMM selama ini mendapat contoh yang baik dari umat. “Kemarahan yang anarkis tidak menyelesaikan masalah, bahkan bisa memperburuk citra umat,” ucap Dahnil.

Dahnil kembali menambahkan, justru pilihan menempuh jalur hukum yang dilakukan oleh AMM adalah cara yang paling tepat. “Menegakkan keadilan dan kehormatan umat ditengah ancaman kebencian yang dilakukan oleh pihak lain, merupakan pilihan yang tepat dilakukan oleh AMM,” tambahnya.            

Kembali dilanjutkan Dahnil, persoalan Ahok telah meminta maaf kepada masyarakat itu sah-sah saja. Tapi, menurut Dahnil, proses hukum akan tetap berlanjut, demi keadilan hukum, demi menjaga wibawa hukum dan pelajaran bagi semua orang agar hati-hati dengan pernyataannya.

“Dalam proses penegakan hukum (law enforcement) tidak mengenal istilah permintaan maaf sebagai alasan penghapusan pidana, jika Ahok merasa itu salah maka sudah sepatutnya beliau dihukum dengan cara yang sesuai dengan KUHAP dan pasal yang tertulis di 156a KUHP, sehingga walaupun Ahok minta maaf, kami akan tetap mengawal dan menjaga proses hukum ini dan kami sudah menyiapkan saksi dan ahli terkait laporan kami,” tutup Dahnil.(adam)

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1