Guru Muhammadiyah Harus Mampu Melihat Potensi Anak Didik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 10 Oktober 2016 12:58 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA- Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dalam bidang pendidikan merupakan salah satu inti gerakan Muhammadiyah. Disampaikan oleh Imam Robandi, Guru Besar Institut Teknologi Surabaya (ITS), guna memajukan AUM pendidikan Muhammadiyah, guru-guru Muhammadiyah harus turut melihat potensi anak didik, dan juga berperan dalam mengembangkan potensi anak.

Pengamat Budaya dan Pendidikan Muhammadiyah tersebut juga mengatakan, guru jangan hanya terfokus pada pengembangan kognitif saja. “Guru jangan hanya fokus pada aspek kognitif anak didik saja, tetapi guru harus mampu melihat potensi anak didik dan membantu mengembangkan potensi anak,” ujar Imam, Sabtu (8/10), dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjarngera yang bertempat di Balai Budaya Kabupaten Banjarnegara.

Imam mengatakan, jika sekolah-sekolah Muhammadiyah mampu mengembangkan potensi anak didik, maka masyarakat akan semakin tertarik untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Sekolah Muhammadiyah harus juga mempunyai program keahlian khusus yang bisa membuat masyarakat tertarik dan mengantri untuk mendaftar di sekolah Muhammadiyah,” pungkas Imam.

Kembali ditambahkan Imam, militansi gerakan dakwah Sekolah dan Madrasah  Muhammadiyah harus mampu memberikan inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah yang ada di Banjarnegara untuk menduplikasi metode – metode yang digunakan dalam membangun sekolah Muhammadiyah dan diterapkan di sekolah – sekolah Muhammadiyah yang ada di Banjarnegara.

Sementara itu, Turachman, Kepala SMP Muhammadiyah Adiwerna mengatakan, sekolah Muhammdiyah harus memiliki program-program yang cermelang, guru tidak hanya menguasai RPP saja namun dapat pula mengelola kelas yang menyenangkan.

“Selain itu, guru harus mampu memunculkan ide-ide kreatif dalam pembelajaran, buatlah siswa menjadi cinta sama pelajaran dan bangga menjadi sekolah di Muhammadiyah,” tutup Turachman. (adam)

Kontributor: Hendra Apriyadi

Berita Daerah

Shared:
Shared:
1