UAD Kirim Relawan Psikososial Ke Garut

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 10 Oktober 2016 09:15 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Cuaca masa kini mudah sekali berubah-ubah dan membawa dampak tersendiri bagi negara Indonesia. Indonesia yang juga menjadi negara tropis memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi perubahan cuaca yang kian tidak menentu. Alhasil beberapa bencana alam melanda dan menjadi evaluasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelesatarian lingkungan dengan cuaca yang tidak menentu.

Melihat banjir bandang yang baru terjadi di Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu, 21 September 2016 sekitar pukul 01.00 WIB, Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengirimkan empat belas mahasiswa untuk menjadi relawan di daerah yang terkena banjir.

Aef Gaoshul Allam , Ketua Komunitas Relawan Psikososial Ahmad Dahlan (KORPS AD) yang ditemui redaksi muhammadiyah.or.id Sabtu (8/10) di Universitas Ahmad Dahlan menjelaskan bahwasannya kegiatan disana saat ini lebih banyak membantu pengajaran khusunya anak-anak dan membantu pemulihan trauma sedangkan penempatan relawan ditentukan oleh pihak MDMC.

Sedangkan menurut Safara Putri, Gubernur BEM Fakultas Psikologi UAD yang dihubungi redaksi muhammadiyah.or.id Sabtu (8/10) tujuan pengiriman relawan ini  tidak lain untuk membantu para korban bencana alam di Garut, membantunya bisa dengan banyak hal ya, baik dari sisi psikisnya karna mungkin korban disana mengalami trauma bisa juga dengan bentuk tenaga. Intinya para relawan dituntut untuk fleksibel sesuai kebutuhan disana.

Empat belas mahasiswa tersebut dibagi dalam dua kloter, kloter pertama yang dikirim ke sana berangkat pada Sabtu (1/10) dan akan kembali pada (9/10) sedangkan kloter kedua berangkat pada Sabtu (8/10) malam. Pengiriman relawan ini atas dasar kerjasama Muhammadiyah Disaster Manajement Center (MDMC), BEM Fakultas Psikologi, dan KORPS AD.

Safara berharap dengan hal yang sudah diusahakan oleh mahasiswa ini bisa meringankan masyarakat di Garut walaupun mungkin pengaruhnya kecil tapi setidaknya inilah bukti bakti kami sebagai mahasiswa untuk masyarakat.

“Bagi mahasiswa yang akhirnya memilih untuk menjadi relawan semoga apa yang dilakukan di Garut dapat menjadi lading amal dan bisa menumbuhkan rasa empatinya ke sesama individu yang membutuhkan,” tutup Safara.

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Shared:
Shared:
1