Perempuan Harus Kuatkan Karakter untuk Hadapi Diskriminasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 06 Oktober 2016 12:59 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID,  PADANG – Meningkatnya kasus kekerasan pada perempuan, mengundang gerakan IMMawati untuk melakukan upaya-upaya kuratif dalam rangka mengurangi dan menghapuskan tingkat kejahatan pada perempuan.

“Salah satu penyebab diskriminasi pada perempuan diakibatkan karena lemahnya karakter perempuan,” ujar Oom Qomariyah, Ketua IMMawati Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Sumatera Barat.

Upaya penguatan karakter dilakukan oleh IMMawati DPP IMM Sumatera Barat dengan mengadakan konsolidasi IMMawati se-Sumatera Barat pada Ahad, 02 Oktober 2016.

“Berdasarkan data KOMNAS Perempuan, kekerasan terhadap perempuan pada 2015-2016 sebanyak 321.752 kasus,” ungkap Oom.

Bentuk kekerasan yang terjadi adalah bentuk pemerkosaan 72 persen (2. 399 kasus), pencabulan 18 persen (601 kasus), dan pelecehan seksual 5 persen (166 kasus) pada ranah personal. Ditambah dengan kasus ranah komunitas sebanyak 31 persen (5.002 kasus) dengan bentuk kekerasan pemerkosaan 1.657 kasus, pencabulan 1.064 kasus, pelecehan seksual 268 kasus dan kekerasan seksual lainnya 130 kasus.

“Banyaknya kasus kejahatan itu masih ditambah dengan kasus pelarian anak perempuan sebanyak 46 kasus dan percobaan pemerkosaan 6 kasus,” papar Oom.

Dalam menangani kasus ini, perempuan harus bersinergi menghimpun kekuatan dan bersama-sama melawan diskriminasi.

“Bagaimana pun, perempuan juga punya hak dan potensi yang sama untuk ikut andil membangun bangsa, oleh karenanya harus bebas dari diskriminasi,” tutup Oom. (ar/kabarpergerakan)

 

Redaktur : Nisa Pujiana

 

 

Shared:
Shared:
1