Kemiskinan Pengaruhi Kegagalan Demokratisasi di Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 05 Oktober 2016 15:30 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Populasi hutan di Indonesia memilki potensi yang cukup untuk menunjang kesejahteraan masyarakat Indonesia jika bisa dikelola dengan baik.

Seperti disampaikan Konsultan Ahli MPM PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto, permasalahan pada bidang ekosistem seperti penebangan hutan secara ilegal merupakan salah satu penghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Gunawan menjelaskan, contohnyapada tahun 1990-2008, Kabupaten Berau kehilangan 39.000 hektar hutan, kehilangan tersebut senilai dengan 20 juta gas emisi. Ketidakmampuan masyarakat dalam beradaptasi  dengan lingkungan yang telah berubah juga merupakan kendala lain.  

“Salah satu kegagalan demokratisasi yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh kemiskinan, penyebab utamanya dipengaruhi oleh penebangan hutan secara ilegal,” pungkas Gunawan, Rabu (5/10) dalam acara Konferensi Pers Restorasi Ekosistem Hutan Tropis di Kabupaten Berauyang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kembali ditambahkan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tersebut, Permasalahan ekologis di Indonesia membutuhkan penanganan yang serius dan segera. Oleh karena itu, MPM PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Millenium Challenge Account (MCA)dan Yayasan KEHATI.Indonesia untuk bersinergi mengentaskan permasalahan ekologi yang berimbas pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

 “Upaya yang kami lakukan adalah mengacu pada pendekatan sosial ekonomi, bukan pendekatan teknis yang sudah kebanyakan disampaikan,” papar Gunawan.

Gunawan melanjutkan, bahwa program yang direncanakan oleh MPM PP Muhammadiyah ini juga mempunyai tujuan untukmengurangi kemiskinan di masyarakat yang berada di lingkungan perhutanan, yaitu Kampung Batu Rajang, Siduung Indah, Berau.

Selain itu juga bertujuanmendorong masyarakat untuk mampu menumbuhkan ekonomi yang produktif, memberikan pendampingan pada masyarakat agar memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hutan, dan memberikan pendampingan sampai tahap pemasaran hasil hutan, hingga akhirnya mampu mengurangi angka kemiskinan.

“Harapannya dengan adanya program ini akan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola lingkungan dengan baik sehingga kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” tutup Gunawan. (adam)

Reporter: Nisa Pujiana

Shared:
Shared:
1