MPM PP Muhammadiyah Deklarasikan Restorasi Ekosistem Hutan Tropis di Berau

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 05 Oktober 2016 15:14 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Salah satu faktor penyebab dari adanya kesenjangan dan kemiskinan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang semakin tidak terkendali, salah satunya disebabkan oleh kerusakan hutan.

Maraknya terjadi kerusakan hutan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, menggugah Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (5/10) bertempat di Kantor PP Muhammadiyah Cik Diktiro mendeklarasikan gerakan Penuntasan Kemiskinan Melalui Restorasi Ekosistem Hutan Tropis di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Turut hadir dalam acara deklarasi tersebut diantaranya, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Konsultan Ahli MPM PP Muhammadiyah, Gunawan Budiyanto dan Muhammad Ali Imron selaku Tenaga Ahli Tata Kelola Hutan dari UGM.

Seperti dijelaskan oleh M. Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah, deklarasi ini merupakan bagian pengembangan hasil Hutan Non kayu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pengurangan Emisi Karbon (Restorasi) yang dilaksanakan di Desa Batu Rajang dan Siduung Indah di Kecamatan Segah, serta Desa Long Keluh di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Kembali dijelaskan Yamin, permasalahan yang terjadi selama ini terkait restorasi hutan bukan hanya masalah struktural, lahan, dan restorasi saja. Melainkan dengan permasalahan kultural dan sosial.

“Penyelesaian terhadap permasalahan kerusakan lingkungan hidup masih dilakukan secara parsial, seharusnya penting juga dilakukannya upaya yang holistik yang dapat menuntaskan masalah ekologi di Indonesia yang menyasar kepada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitar hutan,” tegas Yamin.

Kembali ditambahkan Yamin, restorasi yang akan dilakukanm oleh MPM PP Muhammadiyah nantinya akan mencakup berbagai program penguatan dan pendampingan, yaitu berupa pemberian pelatihan cara menanam, memproduksi hasil tanaman dengan cara yang benar hingga bagaimana membangun pasar.

“Secara jangka pendek mereka akan didampingi untuk penanaman non-kayu berupa tanaman sayur mayur agar hasil produksinya bisa dipasarkan dan mampu mendukung ekonomi masyarakat setempat,” papar Yamin.

Sementara itu, Muttaqin, Project Manager Restorasi Ekosistem Hutan tropis dari MPM PP Muhammadiyah menjelaskan, dengan adanya kemampuan ekonomi masyarakat yang baik, maka akan mendorong kesadaran ekologi mereka untuk tidak melakukan pembalakan hutan.

“Atas hal itu penting adanya peningkatan ekonomi bagi masyarakat, agar kelestarian hutan yang ada akan tetap terjaga sebagaimana mestinya,” pungkas Muttaqin. (adam)

 

Shared:
Shared:
1