Sebagai Kaum Intelektual, Mahasiswa Harus Kritis Memahami Isu Sosial Masyarakat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 05 Oktober 2016 10:07 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BOJONEGORO- Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus tanggap, kreatif, dan kritis dalam memahami, memecahkan, dan memberikan solusi dalam menghadapi masalah dan isu - isu di lingkungan masyarakat.

Seperti diutarakan oleh Taufiqurrahman, Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Bojonegoro, mahasiswa harus mengenal dan aktif di dalam sebuah organisasi sebagai salah satu wadah untuk belajar dari tujuan yang ingin dicapai.

“Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus peka terhadap isu-isu sosial yang terjadi di masyarakat, jangan hanya cuma bisa diam saja,” tegas Taufiqurrahman, Minggu (2/10) dalam acara Masa Ta'aruf Mahasiswa (Mastama) IMM Komisariat STIT Muhammadiyah Bojonegoro.

Kembali dilanjutkan Taufiq, kegiatan Mastama ini merupakan sebuah awal pengenalan tentang keorganisasian yang baik bagi kader, dan juga sebagai ajang untuk menimbulkan rasa sosial kemasyarakatan kader sebagai kaum intelektual.

Sementara itu, Joko Santoso, Ketua Umum IMM Komisariat STIT Muhammadiyah Bojonegoro menegaskan pentingnya berorganisasi bagi mahasiswa. "Melalui Mastama ini kita belajar berorganisasi, belajar public speaking dan problem solving. Bukan hanya sekedar berwisata,” tegasnya.

Kembali dilanjutkan Joko, peserta Masstama dituntut untuk aktif, inovatif, dan kritis dalam menanggapi dan memberi solusi dari sebuah permasalahan.” Untuk ilmu keorganisasiannya kita lebih ditanamkan pada nilai-nilai kebersamaan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan,” tutup Joko. (adam)

 

Kontributor: Ubay

 

Berita Daerah 

 

Shared:
Shared:
1