Din Syamsuddin Buka Rakernas & Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 03 Februari 2012 11:38 WIB

Malang- Pagi ini, tepat pukul 09.45 Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA resmi membuka rangkaian acara Rakernas dan Lokakarya Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. Opening ceremony yang dilakukan di Dome UMM ini selain dihadiri oleh delegasi pimpinan PWM se-Indonesia, juga dihadiri oleh Deputi II Bidang Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah BPN RI, Ketua PWM Jawa Timur Prof. Tohir Luth, rektor UMM dan sejumlah kepala kantor BPN beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Din mengatakan bahwa keberadaan Majelis Wakaf dan Kehartabendaan itu sangat penting mengingat Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia memiliki aset-aset dan kehartabendaan yang sangat besar, baik aset spiritual property maupun material property. Aset-aset itulah yang membuat Muhammadiyah menjadi besar. Dengan banyaknya aset yang dimiliki maka perlu diadakan pendataan dan pengadministrasian yang sistematik. ”Pesan saya, jangan jual aset Muhammadiyah,”ujar Din disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Din Syamsuddin, Muhammadiyah memiliki kekuatan sebagai ’holding company’. Hal ini pernah disampaikan oleh Jusuf Kalla saat berbincang dengan Ketua PP Muhammadiyah. Sebagai ’holding company’, PP Muhammadiyah memiliki fungsi besar sebagai ’perusahaan utama’ yang membawahi ’perusahaan-perusahaan’ atau PWM dan PDM di bawahnya. Dengan sistem tersebut maka perlu adanya inventarisir data aset kehartabendaan Muhammadiyah untuk memetakan pengamanan atau penyelematan aset-aset Muhammadiyah. ”Pengamanan aset ini penting karena harta wakaf masih bisa diambil alih oleh ahli waris setelah waqif atau orang yang mewakafkan meninggal,” ungkap Din.

Din Syamsuddin memaparkan fakta bahwa saat ini belum ada data secara rinci mengenai aset-aset wakaf Muhammadiyah. Jika digambarkan dalam bentuk piramida, tuturnya, puncak piramida teratas atau bagian terkecil adalah prosentase wakaf yang sudah atas nama PP, dan bagian terbawah piramida adalah aset-aset yang perlu disertifikasi. Dengan adanya upaya pengamanan aset ini maka diharapkan pengurus maupun warga Muhammadiyah bisa lebih optimal dan nyaman dalam memberdayakan aset untuk kesejahteraan umat. Melalui rakernas ini, Din juga berharap tahun depan prosentase aset yang tersertifikasi mampu mengalami peningkatan. (www.umm.ac.id)

Shared:
Shared:
1