Napak Tilas 51 Tahun Pengabdian KOKAM untuk Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Oktober 2016 16:00 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Tepat pada tanggal  1 Oktober 2016 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) telah 51 tahun mengabdikan diri kepada bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah bangsa Indonesia banyak peran yang telah Kokam torehkan untuk bangsa ini.

Jika melihat kembali napak tilas berdirinya KOKAM, bermula dari pelatihan kader di Universitas Muhammadiyah Jakarta yang diinisiasi oleh Lukman Harun pada tanggal 1 Oktober 1965, yang meminta Letnan Kolonel HS Projokusumo memimpin langsung pembentukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), pembentukan dilatarbelakangi oleh tersebarnya berita pemberontakan yang dipimpin PKI yang telah membunuh 7 perwira angkatan darat.

Tanpa panjang lebar maka Lukman Harun memberikan mandat kepada Letnan Kolonel HS Projokusumo untuk membentuk pasukan khusus dari Muhammadiyah yang bisa bersiapsiaga terhadap berbagai kemungkinan gangguan terhadap Negara Kesatauan Republik Indonesia (NKRI).

Seperti dipaparkan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada Sabtu (1/10), Pada saat itu, permintaan untuk menjadi pasukan siapsiaga ditujukan kepada seluruh warga Muhammadiyah baik muda maupun tua, sebagai panggilan jihad untuk membela keutuhan dan ideologi negara dari Partai Komunis Indonesia yang membenci kelompok Islam, dalam waktu singkat Kokam terbentuk diseluruh Indonesia.

“Bagi Pemuda Muhammadiyah, khususnya Kokam, kecintaan terhadap Islam juga bermakna kecintaan terhadap Indonesia, merawat Indonesia bermakna merawat Islam,” tegas Dahnil.

Kembali dilanjutkan Dahnil, ukhuwah Islamiyah bermakna, bahwa Kokam siap berdiri digarda yang paling depan membela dan menjaga kehormatan Umat Islam melalui Muhammadiyah.

“Semangat ini yang harus terus dirawat oleh semua kader Kokam,” tambah Dahnil.

Dahnil menyapaikan, baha saat ini zaman terus berkembang, tentu Kokam harus beradaptasi dengan perubahan jaman tersebut, tidak cukup pemaknaan Ukhuwah Islamiyah saja untuk memajukan dan menggembirakan dakwah, tetapi harus pula merawat sikap dan watak menjaga ukhuwah basyariah, maka gerakan-gerakan kemanusian saat ini mulai menjadi garda terdepan dalam gerakan pelayanan Kokam Pemuda Muhammadiyah.

“Kokam direvitalisasi menjadi pasukan kesiapsiagaan terhadap permasalahan-permasalahan sosial kemasyarakatan dan bencana alam, Kokam tidak boleh menjadi segerombolan orang yang mengedepankan kekerasan tetapi Kokam tampil dengan watak melindungi dan menggembirakan kelompok mustadhafin,” tegas Dahnil.

Kembali ditambahkan Dahnil, tantangan terbesar Kokam diusianya yang ke 51 tahun yaitu menampilkan Kokam sebagai kader Muhammadiyah yang mampu bersiapsiaga menghadapi ancaman-ancaman dekadensi akhlak anak bangsa, tampil sebagai kelompok yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan sosial, namun tentu tidak berkompromi dengan kemungkaran, karena kesejatian Kokam adalah melawan kemungkaran.

“Kokam sebagai garda terdepan dakwah Islam melalui Muhammadiyah, yang menjadi alasan saya mendorong Wajib Kokam untuk seluruh kader Pemuda Muhammadiyah di Indonesia. Bila beberapa negara punya program wajib militer, maka Muhammadiyah punya program wajib Kokam,” tegas Dahnil.

Terlepas dari hal itu, dalam rangka memeriahkan semarak 51 tahun Kokam, Pemuda Muhammadiyah mengajak kepada seluruh kader untuk mensyiarkan Kokam ke penjuru negeri melalui media sosial resmi pemuda muhammadiyah maupun media sosial pribadi.

Pemuda Muhammadiyah Memohon partisipasi kader untuk dapat melakukan post update mengenai Kokam pada pukul 18.00 - 19.00 hari ini di twitter dan facebook. Tagar #MiladKokam51 akan menjadi trending topic menyambut kemeriahan Kokam Pemuda Muhammadiyah. (adam)

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1