Haedar: Jadikan Pancasila Landasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 01 Oktober 2016 02:34 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Memaknai Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober, diharapkan tidak hanya berujung pada seremoni semata. Pancasila harus menjadi dasar negara yang dapat ditransformasikan dalam kehidupan bernegara.

Seperti dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, kepada redaksi website Muhammadiyah.or.id, Jumat (30/9), Pancasila harus dipraktekkan oleh para pejabat negara dan juga warga negara Indonesia.

“Pancasila jangan hanya sekedar disakti-saktikan, namun juga harus menjadi landasan nilai dalam mengimplementasikan kehidupan bernegara,” katanya.

Lebih lanjut nilai yang terkandung di dalam Pancasila, kata Haedar, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, nilai kerakyatan yang khidmat dan musyawarah, serta nilai keadilan, memiliki makna yang cukup penting dalam kehidupan bernegara.

Haedar mengutip pesan Bung Karno, rakyat Indonesia jangan pernah melupakan sejarah. Rakyat Indonesia harus belajar dari pengalaman sejarah, khususnya dalam peristiwa G 30 S PKI. Yang mana pada peristiwa G30 SPKI tersebut, komunis telah beberapa kali melakukan pemberontakan terhadap keutuhan bangsa Indonesia, dan hal itu jelas bertentangan dan melawan nilai-nilai leluhur yang ada di dasar negara Indonesia.

Haedar menambahkan, sesuai dengan hasil rumusan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) yang telah diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu, Muhammadiyah sendiri memandang pentingnya penguatan Pancasila sebagai Dasar Negara dan sumber nilai dan etik yang memandu dan mempersatukan bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional Indonesia, yang sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

Terlepas dari hal itu, Haedar juga berpesan kepada generasi muda untuk tidak memotong arus nilai dalam beragama, nilai dasar Pancasila, dan juga budaya leluhur. “Bagi generasi baru, meskipun hidup di era baru, namun tetap tidak melupakan fundamental agama, nilai dasar pancasila, maupun budaya leluhur dalam berperilaku dan berinteraksi sebagai warga bangsa,” tutup Haedar. (Adam)

 

Kontributor: Dzar Al Banna | Redaktur: Adam Qodar | Foto: Bobby Irwanda

 

BERITA NASIONAL

Shared:
Shared:
1