Program Nihongo Partner Berangkatkan Guru SMAMDA Sidoarjo ke Jepang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 September 2016 12:55 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SIDOARJO -- SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA Sidoarjo) kali kedua tahun ini mendapat kepercayaan dari The Japan Foundation dalam bentuk program yang disebut dengan Nihongo Partners. Program ini mendatangkan native dari Jepang untuk mengajar di SMAMDA. Matsumoto Sumire seorang mahasiswa asal Jepang menjadi pengajar kedua dari Nihongo Partners, didahului oleh Ejima Ayae native sebelumnya.

Tentu program ini berlaku untuk sekolah yang telah di pilih oleh The Japan Foundation melalui berbagai pertimbangan dan sekolah yang memiliki program studi Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB).

“Kami sudah berkomitmen sejak tahun 2004 untuk memunculkan studi ini. Hasilnya, sampai sekarang masih tetap berjalan. Lebih dari itu, tahun 2015 lalu sekolah kita di tunjuk sebagai sekolah Induk klaster Implementasi Kurikulum 2013 serta sekolah rujukan nasional di tahun 2016 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” kata Widayatiningsih, Kepala Sekolah SMAMDA.



Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu metode pengajaran Nihongo Partners yakni menjadi partner guru kelas. Selain itu juga akan meluruskan bagaimana intonasi bahasa jepang, sehingga mengetahui secara pasti logat percakapan menggunakan bahasa jepang. “Dengan metode ini, siswa-siswi bisa mendengar dan melihat secara langsung,” terangnya.

Sejalan dengan program Nihongo Partners pada tanggal 9 – 25 Oktober 2016 mendatang Naily, S.Pd. guru bahasa Jepang, ditunjuk untuk mengikuti pelatihan Intensif Guru Bahasa Jepang ( Counter Part ) gelombang pertama di Urawa Center The Japan Foundation – Saitama City.
“Bukan hal yang mudah untuk bisa lolos Seleksi agar bisa balajar langsung ke Jepang. Berbagai syarat administrasi dan membuat essay menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Naily.

“Kebahagiaan yang tak terkira untuk berangkat ke negeri Sakura belajar lebih dalam tentang budaya dan bahasanya,” imbuhnya.

Menjelang keberangkatan beberapa pekan ke depan, perempuan alumni Universitas Negeri Surabaya Prodi Bahasa Jepang sibuk menyiapkan diri lebih-lebih dengan menjaga kesehatan. Beberapa agenda kegiatan di Urawa Center yaitu pelatihan metode mengajar bahasa jepang, Kunjungan ke daerah Kansai dan home stay bersama warga setempat.

Program peningkatan kompetensi guru seperti ini sangat penting untuk kualitas pembelajaran di kelas. Selain itu kehadiran native menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa. Semangat belajar semakin meningkat karena langsung dari sumber utama.

 

Reporter : Hajar

Redaktur : Fauziah Mona

 

 

Shared:
Shared:
1