Haedar Nashir : Hari Jumat, Momen Spriritualisasi dan Tholabul Ilmi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 30 September 2016 11:32 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Hari Jumat merupakan hari yang paling istimewa dari hari lainnya dalam Islam. Nabi Adam as pun diciptakan di hari Jumat , selain itu juga menjadi hari di mana Nabi Adam as dimasukkan  ke dalam surga dan hari di mana Nabi Adam as dikeluarkan dari surga.

Dalam sebuah hadits riwayat muslim juga dijelaskan bahwa hari Jum’at adalah hari yang baik dan akan menjadi hari dimana terjadi kiamat. “Hari Jumat adalah hari Sayyidul Ayyam,” tutur Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir yang ditemui pada Jum’at (30/9) di Kantor PP Muhammadiyah Jln. Cikditiro.

Haedar  menjelaskan bahwa hari Jum’at adalah hari yang utama. Karena itu umat Islam khususnya warga Muhammadiyah perlu memanfaatkan hari Jumat untuk menjadikan hari yang menempa spiritualitas, lebih-lebih bagi mereka kaum lelaki yang Shalat Jumat.

“Kaum lelaki dapat menjadikan Shalat Jumat sebagai moment spiritualisasi diri agar menjadi orang yang selalu murroqobah kepada Allah dan selalu dekat kepada Allah,” jelas Haedar.

Haedar mengatakan apabila kita dekat dengan Allah Hidup akan menjadi terjaga, baik, ikhsan karena selalu berbuat kebaikan atas nama Allah. Selain itu hari Jumat dapat dijadikan momentum bagi para muslim untuk tholabul ilmi, memperdalam ilmu yang dengan ilmu itu bisa mencerahkan dirinya dan keluarganya bahkan lingkungannya.

“Biarpun hari-hari lain mencari ilmu adalah hal yang biasa dan juga wajib. Tetapi spesial manfaatkan hari Jum’at selain untuk meningkatkan spiritualisasi diri namun juga untuk memperkaya khasanah keilmuan yang mencerahkan kehidupan,” tutup Haedar.

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Shared:
Shared:
1