Hajriyanto : Muhammadiyah Miliki Doktrin untuk Membantu Pemerintah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 September 2016 17:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GUNUNGKIDUL- Muhammadiyah sangat konsen dalam memberdayakan masyarakat, karena bagi Muhammadiyah yang disebut dengan dakwah pengertiannya cukup luas. 

Pengertian dakwah  yang dipahami oleh Muhammadiyah seperti dijelaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari bukan hanya sekedar untuk mengajak orang untuk shalat, puasa, dan berzakat, melainkan bagaimana cara dalam membangun umat yang kuat.

“Orang mukmin yang kuat itu lebih dicintai oleh Allah SWT daripada mukmin yang lemah,” ucap Hajriyanto, Senin (26/9) dalam acara Panen Raya Singkong dan Pelatihan Pembibitan Singkong Kingkong oleh MPM PP Muhammadiyah di Kawasan Desa Hargosari, Tanjungsari, Gunungkidul, yang turut dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul.

Kembali dijelaskan Hajriyanto, maksud dari kuat itu ialah kuat secara iman, ketakwaan, ilmu pengetahuan, kuat secara fisik, ekonomi, dan juga kuat peradaban. “Atas itu Muhammadiyah memiliki banyak lembaga pendidikan, guna menunjang kekuatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat Indonesia, dan rumah sakit dalam hal membangun kekuatan fisik masyarakat,” jelasnya.

Dilanjutkan Hajriyanto, melalui MPM, Muhammadiyah ingin terlibat secara aktif untuk membantu pemerintah memperkuat masyarakat. “Maka dari itu pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh MPM cukup banyak, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan juga kemaritiman, hal ini merupakan bentuk dakwah yang dilakukan Muhammadiyah melalui MPM,” lanjutnya.

Pemberdayaan yang selama ini dilakukan MPM merupakan bentuk tanggung jawab Muhammadiyah terhadap peradaban bangsa Indonesia. “Muhammadiyah memiliki doktrin yang kuat dalam membantu pemerintah, salah satunya yaitu melalui pemberdayaan masyarakat,” jelas Hajriyanto.

Hajriyanto berharap melalui pemberdayaan yang dilakukan oleh MPM dapat dimaksimalkan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Gunung Kidul, yang mana saat ini tengah mendapatkan pemberdayaan oleh MPM melalui program pelatihan pembibitan singkong kingkong.

“Pemberdayaan tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa adanya penguatan kelembagaan,” ujar Hajriyanto.

Maka dari itu asosiasi-asosiasi yang menangani petani diharapkan dapat bekerja secara aktif dan menyeluruh. “Salah satunya melalui asosiasi koperasi, yang dimana memiliki manfaat agar petani yang menjual bahan pangannya memiliki tawar yang tinggi,” tutupnya. (adam) 

Shared:
Shared:
1