Amal Usaha Muhammadiyah Menjadi Modal Untuk Membangun Kemajuan Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 24 September 2016 11:55 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA --  Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hari ini bersama Din Syamsudin mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2005-2015 telah meresmikan gedung induk siti walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (24/9) di Kampus Induk UMS.

PP Muhammadiyah sangat bersyukur dengan capaian dan keberhasilan yang diraih oleh UMS. “untuk menjadikan ini universitas yang terdepan, kami sebagai PP Muhammadiyah mengucapkan banyak terimakasih,” tutur Haedar.

Haedar berbangga bahwa prosesi peresmian gedung dan peletakan batu pertama di laksanakan dengan cara berkemajuan, dalam konteks digital. Jadi, PP Muhammadiyah juga perlu berterimakasih kepada perintis UMS yang dua diantaranya adalah seorang tokoh perempuan.

“Gedung ini menggambarkan kisah heroik Siti Walidah yang turut gigih dalam membantu Kiai Dahlan, Nyai Dahlan lah yang sempat menggegerkan di Surabaya, beliau adalaha seorang yang berpidato didepan kaum laki-laki, seorang perempuan telah hadir menjadi pendekar di mimbar,” kata Haedar.

Ia juga mengatakan bahwa untuk bisa memiliki gedung juga dibutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit. Ini adalah simbol dari Islam berkemajuan.

Haedar nashir menyebutkan ada lima hal yang menjadi kekuatan besar Muhammadiyah yaitu, Muhammadiyah memiliki pondasi ideologis yang kuat, kemudian kekuatan juga terdapat dalam sumber daya manusianya, yang ketiga Muhammadiyah memiliki sistem organisasi modern, selanjutnya amal usaha Muhammadiyah pun tersebar di seluruh Indonesia, dan Muhammadiyah memiliki kekuatan rohaniah.

“Umat muslim harus mandiri, berdaya dan punya tradisi keilmuan. Tradisi masyarakat masih tradisi oral belum keilmuan sehingga dalam membangun kulturnya tidak mudah. Apalah artinya kita banyak umat tapi bila umat kita menjadi korban peradaban umat lain,” kata Haedar.

“Kehadiran UMS dan seluruh AUM Muhammadiyah menjadi modal untuk membangun kemajuan Indonesia,” tutup Haedar.

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Redaktur : Fauziah Mona

Shared:
Shared:
1