Dzawin Nur, Kader IMM yang Sukses Lewat Stand Up Comedy

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 23 September 2016 10:45 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Dzawin Nur Ikram, nama yang sudah cukup familiar di telinga para penikmat stand up comedy. Dzawin panggilan akrabnya adalah komika(sebutan untuk pemain stand up comedy) yang telah berhasil meraih juara ketiga kompetisi Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV season 4 (SUCI 4).

Dzawin lebih dikenal sebagai komika yang kerap membahas dunia pesantrendalam isi stand up comedynya, karena memang background-nyaadalah mantan seorang santri. Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2010 ini adalah kader IMM di Pimpinan Komisariat Tarbiyah, PC IMM Ciputat Jakarta. Selain itu, Dzawin juga pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Keilmuan di Pimpinan Komisariat.

Kembali diutarakan Dzawin, awal terjunnya mengenal stand up comedyyaitu  pada akhir tahun 2011, berawal dari menonton  Raditya Dika di Youtube. Pada tahun itu pula, untuk pertama kalinya Dzawin menampilkan bakat stand up comedy, tepatnya di acara Milad Asrama Pimpinan Cabang IMM Ciputat. “Sayapernah menampilkan hiburan hipnotis mewakili komisariat saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk coba tampil stand up comedy pada tahun 2011 itu, ternyata hasilnya mampu memecah tawa para penonton,” kenang Dzawin, saat ditemui kontributor website Muhammadiyah.or.id pada Selasa (20/9) selepas mengisi acara malam puncak Student Fair di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang bertempat di Sportorium UMY.

Dzawin mengatakan bahwa dasar stand up comedyyang ia miliki ada tiga poin. Pertama, muhadhoroh atau kemampuan pidato  yang ia dapatkan saat di pesantren. Kedua, keilmuan berupa diskusi bersama kader-kader IMM. Ketiga, dari kampus berupa wawasan dan candaan tongkrongan. "Ketiga hal tersebut yang telah mampu membawa karir saya hingga sampai saat ini," tuturnya.

 

Immawan kelahiran Bogor, 22 Agutus 1991 ini mengaku bahwa meskipun ia seorang kader IMM, iabahkan nyaris jarang membuat materi tentang IMM. Sebab, sudut pandangyang iaambil dalam materi stand up comedyitu biasanya berasalketidaksepakatan terhadap suatu hal. “Misalnyasaat saya membawa materi tentang dunia pesantren, saya tidak sepakat orang yang mengatakan pesantren itu kuno," tutupnya. (Nisa)

Kontributor: Fathi Juned

 

Shared:
Shared:
1