Muhammadiyah Himbau Masyarakat Peduli Korban Bencana di Garut dan Sumedang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 23 September 2016 10:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Garut dan Sumedang, Selasa (20/9) menyebabkan dampak yang cukup besar. Terdapat korban jiwa, luka-luka, dan menimbulkan kerugian baik secara materi maupun nonmateri.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah turut berduka cita dengan adanya bencana banjir bandang ini. PP Muhammadiyah juga menghimbau agar seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap korban terutama daerah yang terdekat dengan lokasi bencana.

“Yang paling dekat ya orang-orang di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah untuk ikut membantu meringankan beban yang mereka derita,”ujar Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas ketika ditemui oleh wartawan Muhammadiyah.or.id di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Kamis (22/9).

Menurut Anwar, bencana alam merupakan sesuatu yang tidak bisa di prediksi. Karena itu, kata dia, bangsa Indonesia harus siap siaga untuk mengantisipasi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Tak terkecuali dalam konteks ekonomi.

“Harus mencadangkan ya, sejumlah dana kita untuk berjaga-jaga kalau ada musibah,”kata dosen ekonomi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Dengan adanya dana cadangan itu, terang Anwar, pemerintah, ormas, maupun masyarakat dapat cepat bertindak dalam menanggapi dampak dari bencana tersebut.

Lebih lanjut, Anwar mengatakan, warga Muhammadiyah memiliki lembaga zakat, infaq dan shodaqoh Muhammadiyah yang dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana. “Kita ada dana Lazis kan bisa dimanfaatkan,”ujar Anwar mengomentari tentang pemanfaatan dana Lazismu untuk bantuan pada korban bencana di Garut dan Sumedang.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1