PP Muhammadiyah Ajak Muhammadiyah Singapura Buat Kantor Bersama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 September 2016 13:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dikunjungi oleh Pimpinan Muhammadiyah Singapura di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/9). Dalam kunjungan ini, Muhammadiyah Singapura ingin menjalin kerjasama dengan PP Muhammadiyah dalam berbagai bidang.

"Itu terbuka sekali untuk kerjasama," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir kepada Presiden dan Sekretaris Umum Muhammadiyah Singapura Shaikh Hussain B Shaikh Yacob dan Mohd Gazali Alistar dan dua pimpinan lainnya yang mendampingi saat bersilaturahim di kantor Muhammadiyah yang berloksi di Menteng, Jakarta itu.

Kepada Muhammadiyah.or.oid, Haedar memberitahukan, Muhammadiyah Singapura mengajak PP Muhammadiyah untuk bekerjasama khususnya dalam ekonomi dan pendidikan. Muhammadiyah Singapura, katanya, memang tengah menjalani bisnis travel umroh dan haji.

Tak hanya itu, ia melanjutkan, hal yang cukup memungkinkan dikerjasamakan adalah terkait program umroh. Sebab memang, kini di Indonesia, banyak lembaga khusus umroh yang dikelola oleh Muhammadiyah. Bahkan, kata dia, umroh di Indonesia telah menjadi tren bagi masyarakat. Yakni, ibadah umroh ini telah banyak dilakukan oleh warga dengan mendaftarkan dirinya ke beberapa kelompok umroh.

Terlepas dari itu, menurut Haedar, yang paling penting dari pertemuan ini yakni bagaimana Muhammadiyah terus memperluas jaringannya tak terkecuali dengan Muhammadiyah Singapura. Karena itu, Haedar mendorong agar PP Muhammadiyah dan Muhammadiyah Singapura memiliki kantor bersama khususnya di Singapura. Walaupun memang, secara keorganisasian, tidak ada hubungan struktur antara PP Muhammadiyah dengan Muhammadiyah Singapura.

Dengan memiliki kantor bersama, berbagai program dapat disinergikan satu sama lain. Dari situlah, menurutnya, penguatan organisasi dalam mencapai hasil yang lebih baik dapat diterapkan. Haedar pun menilai, Singapura cukup strategis untuk menjadi pusat dakwah Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Haedar juga mendorong, Majelis Pendidikan, Dasar, dan Menengah PP Muhammadiyah diharapkan untuk menyiapkan kerjasama dalam pendidikan dengan Muhammadiyah Singapura. Sekolah-sekolah Muhammadiyah, terang dia, saat ini tengah meningkatkan kemampuan siswanya dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.

“Lebih baik kita bikin kantor bersama,” ujar Haedar menyarankan.

Sementara itu, Sekretaris Umum Muhammadiyah Singapura, Mohd Gazali Alistar mengatakan,  Muhammadiyah Singapura menginginkan kerjasama ini benar-benar memberikan manfaat yang besar. Dikatakan dia, Muhammadiyah Singapura tengah menguatkan posisinya lagi sebagai sebuah organisasi di Singapura.

“Satu yang perlu, adakan jaringan yang lebih kuat, setidaknya disegani,” kata Gazali. Jika ini dilakukan, menurutnya, jaringan dakwah Muhammadiyah Singapura akan semakin luas. Ia memberitahukan, Muhammadiyah Singapura memiliki tantangan tersendiri. Yakni, masih adanya masyarakat Singapura yang memandang Muhammadiyah Singapura sebagai Wahabi.

Karena itu, selain mengunjungi PP Muhammadiyah, kata dia, Muhammadiyah Singapura pun telah mengunjungi Majelis Tarjih PP Muhammadiyah di Yogyakarta untuk berkonsultasi menjalin komunikasi yang lebih intens.

Khusus terkait kerjasama program umroh, Gazali memberitahukan, Muhammadiyah Singapura telah memiliki jaringan di Arab Saudi untuk menyediakan hotel dan transportasi dalam ibadah umroh. Fasilitas yang diperlukan dalam ibadah umroh itu telah dikelola Muhammadiyah Singapura beberapa tahun ke belakang hingga saat ini.

Kemudian, soal wisata pun, katanya, Muhammadiyah Singapura sangat menyambut jika banyak warga Muhammadiyah yang ingin berkunjung ke Singapura. “Banyak yang datang ke Singapura untuk mengadakan studi banding,” ujarnya. Karena itulah, Muhammadiyah Singapura juga bersedia untuk memfasilitasi kerjasama program pendidikan bahasa Inggris.

Turut hadir dalam pertemuan ini yaitu Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Bachtiar Effendi dan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Prof. Suyatno.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1