Eksistensi Dakwah Muhammadiyah Pakistan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 September 2016 11:20 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PAKISTAN- Gelora dakwah Muhammadiyah kian terasa hingga ke berbagai negara-negara, salah satunya yaitu di negara Pakistan. Muhammadiyah Pakistan menjadi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) setelah mendapatkan pembaharuan Surat Keputusan (SK) resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernomor 166/KEP/1.0/D/2016.

Gagasan pertama dibentuknya cabang Muhammadiyah di Pakistan berawal dari mahasiswa Islamabad. Institusi pendidikan yang banyak diminati oleh mahasiswa asal Indonesia terdapat di tiga kota, yaitu Islamabad, Lahore, dan Karachi.

Seperti dijelaskan oleh Heri Purwanto Siddiq, Ketua PCIM Pakistan pada Kamis (22/9) sejarah PCIM Pakistan bermula dari diskusi beberapa mahasiswa senior yang memiliki latar belakang keluarga Muhammadiyah di kampus International Islamic University Islamabad (IIUI).

Sampai akhirnya terbentuklah komunitas keluarga Muhammadiyah sekitar akhir tahun 2007. Pada akhir tahun itu, didirikan Ikatan Keluarga Muhammadiyah(IKM) oleh Nur Rahim Yunus M.Phill, Ihsanuddin M.Phill, dan Hamdan Maghribi M.Phill. Perkumpulan ini terus berjalan dengan diisi diskusi-diskusi keilmuan yang merupakan hobi para mahasiswa saat itu.

"Sampai akhirnya diusulkan agar IKM diajukan ke Pimpinan Pusat agar menjadi pimpinan cabang istimewa yang resmi. Dan pada tahun 2009 IKM berubah nama menjadi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan setelah mendapatkan SK resmi dari PP. Muhammadiyah, dan diketuai oleh Hamdan Maghribi M.Phill. saat itu," tutur Heri.

Seiring berjalannya waktu, PCIM Pakistan terus menghubungi mahasiswa-mahasiswa di kampus IIUI yang memiliki latar belakang Muhammadiyah untuk bergabung menjadi anggota. Sedangkan kegiatan mingguan yang kerap diselenggarakan PCIM Pakistan yaitu terkait dengan diskusi-diskusi keilmuan.

"PCIM Pakistan memiliki program rutin setiap Selasa sore dengan mengadakan diskusi keilmuan tentang masalah-masalah agama kontemporer, kajian ke-Muhammadiyahan, hadits, dan tugas karya ilmiah," tutur Heri.

Sehingga diharapkan nantinya anggota PCIM Pakistan memilki peranan penting ditengah permasalahan umat islam yang semakin banyak di zaman ini. "Selain itu, anggota PCIM Pakistan yang berasal dari berbagi daerah di Indonesia, sehingga secara tidak langsung telah mendapatkan amanat dari umat Islam di Indonesia untuk dapat menyebarkan dakwah Islam ke Pakistan, dan dakwah Muhammadiyah khususnya," tutup Heri. (adam)

Kontributor: Fahmi Wira Angkasa

Berita Internasional

 

Shared:
Shared:
1