Wildan, Dai Cilik Penerus Dakwah Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 September 2016 20:16 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA -- Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Laweyan Surakarta mengadakan Tabligh Akbar dalam rangka Pengajian Hari Bermuhammadiyah. Tabligh Akbar diisi oleh Da’i cilik Wildan Mauzakawadi Saptian, bertempat di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) pada Ahad 18 September 2016.

“An-Naba berarti berita besar, dakwah juga merupakan berita besar karena menyampaikan isi Al-Qur’an dan As-Sunnah”, ucap Wildan. Pengajian yang diawali dengan pembacaan ayat QS An-Naba 1-11 ini disambut baik oleh masyarakat kecamatan Laweyan. Pengajian yang bertempat di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM) Jalan Slamet Riyadi 441 Surakarta itu mengangkat topik “Gerakan Pencerahan untuk Indonesia Berkemajuan”.

Tepuk tangan meriah selalu mengiringi setiap kalimat dakwah yang dibawakan oleh Wildan. Pasalnya, penyampaian dakwah Wildan sangat berhasil dalam membuat hadirin terpukau akan kemampuannya dalam berdakwah. Di usianya yang masih sangat muda, Wildan sudah mampu membawakan tausyiah di hadapan orang banyak. Wildan yang merupakan siswa SD Muhammadiyah Salatiga itu adalah salah satu Finalis Aksi Junior Indosiar 2015. Maka tidak heran jika ia sudah terlihat sangat piawai dalam berdakwah.

“Tujuan utama saya berdiri di sini adalah untuk mengasah kemampuan berdakwah, amar ma’ruf nahi munkar, bukan bermaksud menasehati apalagi menggurui ibu dan bapak di sini,' ucap Wildan.

Menurut Wildan, dakwah yang baik adalah dakwah yang damai, bukan dakwah yang memecah ukhuwah islamiyah. Dalam berdakwah tentu membutuhkan ilmu, ilmu merupakan perantara yang dapat mempercepat dan mempermudah seseorang untuk mendapatkan ridho Allah. Selain ilmu, harus dilengkapi juga dengan iman, karena ilmu tanpa iman akan menyebabkan “kebutaan”, sedangkan jika ilmu didasari dengan iman akan bermanfaat bagi sesama. “Banyak pejabat di sana yang celaka, padahal mereka adalah orang-orang berilmu, itu karena ilmu mereka tidak disertai iman,” ujar Wildan.

Mengerti akan pentingnya ilmu membuat Wildan semangat untuk belajar, karena dengan ilmu yang ia miliki, akan menetukan nasib bangsa, negara dan agama di masa mendatang. “Beruntung saya belajar di sekolah Muhammadiyah, karena selain diajari tentang pengetahuan umum, saya juga dibekali ilmu agama yang sangat bermanfaat,” ujar Wildan sebagai penutup. 

 

Reporter : Nisa Pujiana

Redaktur : Fauziah Mona

Shared:
Shared:
1