MDMC Turunkan Tim untuk Evakuasi Korban Tanah Longsor dan Banjir di Garut

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 September 2016 14:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, GARUT -- Musibah tanah longsor dan banjir terjadi Kabupaten Garut. Kejadian tersebut terjadi tidak lama setelah hujan lebat mengguyur Garut pada Selasa (20/9) pukul 19.00 yang menyebabkan debit air Sungai Cimanuk naik. Pukul 23.00 WIB menjadi puncak dari luapan debit air Sungai Cimanuk.

Berdasarkan informasi dari Tim Tanggap Darurat MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Kabupaten Garut yang berada di lokasi, ketinggian air Sungai Cimanuk tercatat berada di kisaran angka 1,5 – 2 meter.

“Hujan lebat semalam sebabkan Desa Tarogong, Kec. Tarogong Kidul dan beberapa wilayah Garut lainnya terendam. Ketinggiannya bervariasi, banjir terparah merendam Tarogong dengan ketinggian dua meter," ujar Ketua MDMC Kabupaten Garut, Agus Tata.

Kembali dilanjutkan Agus, daerah-daerah Garut yang terendam lainnya ialah, Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Garut Kota, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan Banyuresmi, dan Kecamatan Karangpawitan.

Data yang diperoleh MDMC Garut, terdapat 27 korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Garut ini. 18 orang di antaranya belum teridentifikasi oleh tim, 2 korban hilang dan 30 luka-luka,  dan 4 di antaranya luka berat.

Agus Tata mengatakan, sampai saat ini sebaran pengungsi ada di beberapa tempat yakni di Makorem (Markas Komando Militer) 062 TNI, Apotek Wira Prima, RS Guntur, Posko Setda (Sekertariat Daerah), Posko Induk PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Garut, Jalan Pembangunan No. 155 Tarogong Kidul Garut serta Posko Lapangan bertempat di Rumah Fahrurozi Kampung Haurpanggung, Desa Jayaraga (Dekat SMAN 1 Garut/Belakang Mesjid Tarbiyah) Tarogong Kidul Garut.

"Percarian dan upaya mengevakuasi penyintas bencana masih terus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga lain," ucap Agus.

Sementara upaya kerja penanggulangan bencana di Kabupaten Garut tersebut terus dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat MDMC atau LPB (Lembaga Penanggulangan Bencana) Muhammadiyah Garut di lokasi bencana. MDMC Garut pun telah melakukan berbagai rangkaian kerja yaitu pembuatan posko, evakuasi korban, pemindahan pasien yang terkena dampak bencana di Rumah Sakit dr. Slamet, serta penyelarasan data kebencanaan bersama BPBD Kabupaten Garut.

LPB Muhammadiyah Kabupaten Garut mendata kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat Garut sekarang ialah pelampung, perahu, obat- obatan, pakaian layak pakai serta kantung mayat. (Fauzi/MDMC)

Redaktur: Adam

 

Shared:
Shared:
1