Muhammadiyah Berbelasungkawa atas Wafatnya Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 September 2016 11:03 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Warga Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya mantan menteri agama KH. Muhammad Maftuh Basyuni pada Selasa (20/9) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

“Secara pribadi, keluarga, dan warga Muhammadiyah saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pak Maftuh Basyuni. Semoga beliau husnul hatimah dan mendapatkan tempat mulia di sisi Allah,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti kepada Muhammadiyah.or.id, Rabu (21/9).

Menurut Mu’ti, Maftuh Basyuni adalah sosok yang sederhana, supel, rendah hati, dan bersih. Dan selama kepemimpinannya di Kementerian Agama, kata dia, menteri di era Kabinet Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mampu menjalin hubungan yang baik dengan para tokoh dan ormas Islam.

Di Kementerian Agama, Pak Maftuh, Mu’ti begitu menyebut nama akrabnya, telah melakukan reformasi birokrasi yang lebih profesional dan transparan. “Beliau berani menindak tegas siapapun yang bersalah walaupun dari kalangan terdekatnya sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Zulkarnaen mengatakan, warga Muhammadiyah Jawa Barat pun turut berbelasungkawa atas wafatnya KH. Muhammad Maftuh Basyuni. PWM Jawa Barat, kata dia, mendoakan agar amal ibadah Maftuh Basyuni dapat diterima oleh Allah Swt dan semoga keluarga yang ditinggalkannya mendapatkan kesabaran serta ketabahan.

Bagi PWM Jawa Barat, Maftuh Basyuni sangat berjasa untuk kemajuan bangsa, khususnya dalam memimpin Kementerian Agama.

PWM Jawa Barat, kata Zulkarnaen, mendoakan juga semoga kiprah Maftuh Basyuni dapat menjadi teladan untuk masyarakat Indonesia, dan Allah mengampuni segala dosannya dan memasukkan Maftuh Basyuni ke dalam surga.

Selain sebagai menteri pun, Maftuh dikenal telah menunjukkan dirinya sebagai orang yang dekat dengan masyarakat. Maftuh dikenal aktif mengurus umat di Jakarta yakni di Masjid Agung At Tin, Jakarta Timur. Sebagai seorang santri lulusan Pesantren Modern Darussalam Gontor dan sarjana dari Madinah Arab Saudi, Maftuh juga tak meninggalkan tugasnya dalam memajukan dunia pesantren. Maftuh ternyata terus merawat pondok pesantrennya di Pandeglang, Banten.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1