Muhammadiyah Ingin Sosok seperti Yusril Ihza Mahendra Optimalkan Perannya dalam Kebangsaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 September 2016 14:32 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Yusril Ihza Mahendra untuk bersilaturahim di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa (20/9). Dalam silaturahim ini, Yusril Ihza Mahendra pun membicarakan masalah kebangsaan dan keinginannya untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Yusril Ihza Mahendra bukanlah orang baru di lingkungan Muhammadiyah. Sebab, ia memberitahukan, Yusril memang biasa terlibat dalam kerja organisasi yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ini di beberapa periode lalu.

“Muhammadiyah sebagai kekuatan moral keagaamaan selalu memberi apresiasi kepada kader terbaik bangsa untuk menghibahkan dirinya memimpin dimanapun berada,” ujar Haedar kepada wartawan seusai silaturahim dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu.

Haedar menuturkan, PP Muhammadiyah juga menyampaikan kepada Yusril ihwal pentingnya pemimpin yang memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Hal itu, menurut doktor sosiologi lulusan UGM ini, amat berhubungan dengan semangat Muhammadiyah yang ingin mewujudkan Indonesia Berkemajuan.

Tak hanya itu, ia menjelaskan, seorang pemimipin harus paham tentang cita-cita para pendiri bangsa. “Ini kan harus menjadi cita-cita nasional, termasuk di daerah-daerah, bahkan cita-cita rakyat,” terang Haedar. Lebih lanjut, ia menegaskan, Indonesia harus menjadi negara yang adil, makmur, bermartabat dan berdaulat.

Ihwal Yusril yang ingin mencalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Haedar mengatakan, Muhammadiyah tentu tidak masuk pada wilayah politiknya. Namun, sebagai kekuatan moral keagaaman, Muhammadiyah akan selalu berkomitmen bekerjasama dengan para pemimpin dan rakyat agar Indonesia lebih maju, lebih-lebih DKI Jakarta sebagai Ibu Kota.

Haedar juga mengharapkan, Indonesia ataupun DKI Jakarta dapat menjadi simbol persaingan dan kemajuan di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan ini pun, Haedar menilai, Yusril Ihza Mahendra merupakan seseorang yang memiliki pengalaman pergerakan keumatan dan pergerakan kebangsaan yang cukup intens sejak muda. Selain itu, menurut dia, Yusril juga punya pengalaman di pemerintahan sebagai menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Itu menjadi, sangat memberi kekuatan buat dia,” katanya.

Kemudian, menurut Haedar, Yusril pun memiliki visi kebangsaan yang tinggi terutama sebagai ahli hukum tata negara yang juga teraplikasi dalam langkah-langkahnya. “Sebagai aktivis dia juga punya komitmen kerakyatan,” terang Haedar. Sebagai seorang aktivis, sambung dia, Yusril dinilai memiliki relasi piskologis yang kuat dengan rakyat.

“Muhammadiyah sebagai kekuatan moral keagamaan tentu berharap kader-kader atau sosok-sosok seperti Pak Yusril tentu bisa lebih mengoptimalkan perannya di dalam kehidupan kebangsaan kita, termasuk di DKI ini,” ujar Haedar.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1