Haedar Nashir : Minimalisir Korupsi dengan Kontrol Kekuasaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 September 2016 14:21 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA– Belakangan ini banyak ditemukan kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi negara. Hal ini menyebabkan keprihatinan bagi Muhammadiyah. Pimpinan yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyat telah kehilangan jati diri demi kepentigan dirinya sendiri.

Ditemui redaksi muhammadiyah.id di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah menyampaikan bahwasannya korupsi itu tumbuh dalam sistem kekuasaan tanpa kontrol.

“Korupsi bisa terjadi akibat penyalahgunaan kekuasaan, kesewenang-wenangan, yang salah satu dimensinya yaitu suap menyuap atau memperoleh keuntungan dengan mengorbankan kepentingan negara,” jelas Haedar.

Menurut Haedar hukum besi kekuasaan membuka keluangan pada korupsi. “Maka dari itu agar tidak terjadi korupsi, dan untuk meminimalisirnya perlu dilakukan kontrol terhadap kekuasaan itu, kemudian juga membuat sistem pengawas agar niat untuk melakukan korupsi menjadi sirna,” kata Haedar.

Haedar juga menuturkan bahwasannya kontrol kekuasaan di negara Indonesia masih belum mapan dan di beberapa lini masih ada celah untuk korupsi. Maka hadirnya KPK membantu sistem dalam mengontrol kekuasaan itu, namun ada hal yang juga perlu diperhatikan bahwa sistem pemerintah  perlu di reformasi.

Ia juga mengatakan proses liberalisasi politik kini menjadi luar biasa, siapa saja bisa jadi politisi, pengusaha jadi politisi, mantan apa saja jadi politisi, namun jika moral, kultur, dan kontrol politiknya belum mapan yang terjadi yaitu beragam relasi orang hadir memberi ruang untuk korupsi.

“Terjadilah relasi terbuka maupun tersembunyi, di negara manapun kekuasaan dan pengusaha selalu memiliki hubungan. Namun di banyak negara sistem sudah mulai bagus sehingga korupsi dapat dicegah dan diminimalisir. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu moral bangsa yang belum kuat, banyak orang ditangkap merasa biasa saja, ditahan nyaman saja, tidak melahirkan perasaan bersalah,” tambah Haedar.

Haedar menegaskan usaha pemberantasan korupsi harus dimulai dari pencegahan lalu penindakan yang harus berjalan konsisten.

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

 

Shared:
Shared:
1