Muhammadiyah Jerman Luncurkan LazisMu Jerman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 September 2016 05:21 WIB



MUHAMMADIYAH.OR.ID, FRANKFURT – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya pada Sabtu (17/9) mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi organisasi. Salah satu keputusan penting dari forum tersebut adalah peresmian sekaligus peluncuran lembaga baru PCIM Jerman Raya, yaitu Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Jerman.

Latar belakang didirikannya LazisMu Jerman adalah kesuksesan PCIM Jerman Raya sebagai amil zakat fitrah dan fidyah pada Ramadhan tahun 2016. Antusias warga Muslim Jerman melebihi harapan pengurus PCIM Jerman. “Awalnya saya dan tim pelaksana zakat menargetkan terkumpul hanya sekitar 300 Euro saja, karena ini baru awal. Tapi dana yang terkumpul justru malah hampir 800 Euro atau sekitar lebih dari 10 Juta Rupiah, ini di luar dugaan,” ucap Ridho Al-Hamdi, ketua PCIM Jerman Raya.

Atas dasar itulah, PCIM Jerman Raya mendiskusikan perlunya pendirian LazisMu Jerman. Lebih lanjut Ridho menjelaskan, bahwa fungsi keberadaan LazisMu di Jerman ini adalah sebagai institusi sosial yang akan menghimpun potensi-potensi kedermawanan orang-orang Jerman, baik mereka orang lokal Jerman maupun warga Indonesia yang tinggal di Jerman.

“Jika kita mendekati orang Jerman dengan cara agama, dipastikan sulit karena sekitar 34 persen penduduk Jerman adalah atheis. Tapi jika kita mendekati mereka melalui jalur sosial, akan lebih mudah. Karena itu, kita berharap LazisMu Jerman dapat menarik minat orang Jerman untuk berbagi rasa kedermawanan, karena manusia itu pada dasarnya suka memberi, apapun agamanya bahkan yang tak beragama sekalipun,” terang Ridho.

Rapat ini dihadiri juga oleh sekretaris umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti, yang memberikan motivasi berorganisasi kepada para pengurus PCIM. Terpilihlah Ria Tristya Amalia dan Zuhdayanti Yufna Yunan sebagai ketua dan sekretaris LazisMu Jerman. Terdapat tiga fungsi LazisMu Jerman, yaitu amil zakat fitrah tiap bulan Ramadhan, amil Idhul Qurban dan amil shadaqah dan infaq.

“Saat rapat, ada usulan dari temen-temen perlunya gerakan infaq 1 Euro per orang per bulan. Jika tiap bulan ada seratus orang saja, maka terkumpul 100 Euro. Jika setahun, sudah terkumpul 1.200 Euro. Jika dirupiahkan, hampir 20 juta. Cukup besar jika dimanfaatkan untuk bantuan pendidikan, kesehatan atau bencana di tanah air atau daerah konflik, bencana,” tambah Ridho. (QNs)

Redaktur: adam

Berita Internasional

Shared:
Shared:
1